42 Ribu Butir Ekstasi Masuk dari Pelabuhan Tikus

Jodoh, BatamEkbiz.Com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri menggagalkan penyelundupan 42.382 butir ekstasi di pelabuhan tikus di kawasan Jodoh pada Minggu, 17 September 2017. Ekstasi itu dibawa dari Malaysia oleh MA alias A.

“Pelaku MA alias A menjemput barang tersebut ke perairan perbatasan antara Malaysia dan Indonesia, kemudian membawanya ke Batam,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian saat ekpos di halaman belakang Mapolda Kepri, Batam, Rabu, 20 September 2017.

Menurut Kapolda, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang membawa atau memiliki narkotika jenis ekstasi di pelabuhan rakyat belakang Rumah Makan Padang di kawasan Jodoh, Batam.

Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan penyelidikan di sekitar pelabuhan dimaksud. Akhirnya pada Minggu 17 September sekira pukul 06.15, orang yang ciri-cirinya sudah disampaikan tersebut nampak di pelabuhan.

“Pelaku menyandang tas ransel warna hitam dan memegang satu kantong plastik warna merah. Petugas yang sudah menunggu langsung mengamankan pria tersebut sebelum kabur,” katanya.

Petugas kemudian menggeledah tas pelaku hingga ditemukan beberapa bungkusan berisikan tablet diduga ekstasi yang diakui diambil atau dijemput di laut perairan antara Indonesia dan Malaysia.

“Dalam tas dan plastik pelaku ditemukan 19.808 butir ekstasi berbentuk tablet warna cream logo F1, 12.281 butir warna pink logo B29, dan 10.311 butir warna biru logo B29. Sehingga totalnya 42.382 butir,” kata Kapolda.

Kepada petugas, pelaku mengaku disuruh seorang laki-laki berinisial A yang baru dikenal dua hari untuk mengambil ektasi tersebut dengan upah Rp5 juta.

“Barang tersebut rencananya akan diserahkan ke A untuk diedarkan di Batam,” kata Sam.

Atas perbuatannya tersebut, kata Sam, pelaku disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Undang–Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun hingga penjara seumur hidup.

“Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk mengecar pemilik barang dan tekong yang mngantarkan pelaku menjemput ketengah laut. Karena semua sudah disediakan oleh pemiliknya,” katanya. (R01)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *