Ada apa Udin Sihaloho dengan BBM subsidi?

Batam Kota, BatamEkbiz.Com — Tindakan aparat kepolisian dalam mengamankan aksi dan pernyataan Udin P. Sihaloho saat menanggapi penolakan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Batam atas kenaikan harga BBM mendapat kecaman keras dari Korps Alumni HMI (Kahmi) Kepri. 

Dalam pernyataan sikap resminya, Kahmi menilai sikap tidak simpatik dari Udin Sihaloho sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Batam menjadi titik awal kericuhan.

“Kahmi mengecam keras kalimat-kalimat provokatif dari saudara anggota DPRD Kota Batam Udin .P Sihaloho terkait aspirasi yang disampaikan HMI Cabang Batam di gedung DPRD Batam,” ujar Ketua Kahmi Kepri Iskandar Nasution, Kamis (14/11/2014).

Iskandar juga menilai apa yang dilakukan oleh aparat menunjukkan sikap arogan. Seharusnya aparat kepolisian lebih mengedepankan pendekatan secara persuasif daripada melakukan tindakan represif dan penangkapan hingga mengakibatkan empat kader HMI Cabang Batam mengalami luka-luka.

Kahmi mendesak Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Depari untuk mengusut dan memberikan sanksi atas tindakan represif yang dilakukan personel kepolisian dalam mengamankan aksi demo HMI Cabang Batam. Ia juga berharap dalam pemerintahan baru di bawah Presiden Jokowi, jajaran pemerintah tidak lagi menggunakkan tindakan kekerasan.

“Kami mendesak Bapak Presiden Joko Widodo untuk dapat mengendalikan seluruh jajaran pemerintahannya bersikap bersahabat kepada seluruh rakyat, jangan lagi menggunakan cara-cara kekerasan,” paparnya.

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kepri Rizky Mulyadi juga mengecam kalimat provokatif yang dikeluarkan Anggota DPRD Batam. Menurutnya, legislatif seharusnya merespon aspirasi yang disampaikan masyarakat ataupun mahasiswa, bahkan harus mendorong penguatan kontrol yang dilakukan oleh masyarakat.

“Mengapa sepertinya Udin Sihaloho cukup sensitif dalam merespon isu pemberantasan mafia BBM oleh mahasiswa? Menurut saya, tidak pantas anggota legislatif mengeluarkan pernyataan provokatif tersebut,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada 2011 lalu, Udin P Sihaloho juga pernah terlibat persoalan terkait dugaan penyimpangan solar di Batam. Ia diduga merupakan pemilik gudang dan sekaligus Direktur PT Dua Srikandi. Kasus ini sempat mencuat pasca penggerebekan gudang penimbunan sementara solar non subsidi oleh jajaran Satreskrim Polresta Barelang bersama BPH Migas.

Sementara dalam pernyataan sikapnya, HMI Cabang Batam menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. HMI mendesak agar pemerintah lebih memprioritaskan dulu untuk menindak tegas mafia-mafia penyelewengan dan penimbunan BBM di Batam. Sebab keberadaan mafia penyelewengan BBM ini jelas-jelas memberi andil atas terjadinya kelangkaan di masyarakat dan subsidi yang tidak teapt sasaran. (R04)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *