Ahars bantah Sani-Nurdin deklarasi di masjid

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Ketua Relawan Kepri Bersatu Ahars Sulaiman menyayangkan pernyataan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri yang menyebutkan pasangan bakal calon gubernur Kepri Muhammad Sani dan wakil gubernur Nurdin Basirun deklarasi di masjid. Menurutnya, mestinya Bawaslu lebih teliti dalam mengeluarkan pernyataan atau sikap. Apalagi saat ini Bawaslu belum memiliki kewenangan apapun terkait persoalan bakal calon di pilkada.

“Artinya, yang keluar itu adalah opini pribadi. Justru hal seperti ini yang berbahaya karena berpotensi menggiring opini negatif di tengah masyarakat,” kata Ahars saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2015).

Pernyataan yang menyebutkan Sani-Nurdin deklarasi di masjid tersebut diungkapkan Komisioner Bawaslu Kepri Indrawan dalam sosialisasi pengawasan pilkada, Kamis (9/7/2015). Indrawan tidak menyebutkan nama, melainkan petahana yang mendeklarasikan pencalonan di masjid di Karimun, bersempena dengan peringatan malam Nuzulul Quran pada Jumat (3/7/2015).

“Tidak selayaknya masjid dijadikan tempat kegiatan politik. Kami belum bisa menindaknya, hanya memberikan seruan moral agar ke depan tak terjadi lagi,” katanya.

Ahars menjelaskan, dalam kegiatan tersebut Gubernur Kepri Muhammad Sani dan Bupati Karimun Nurdin Basirun memang diundang untuk menghadiri peringatan malam Nuzulul Quran.

“Tidak ada deklarasi. Lagi pula, deklarasi resmi biasanya dilakukan oleh partai pengusung. Pesertanya biasanya juga dimobilisasi seperti dalam kampanye,” tegasnya.

Kalau pun Sani dan Nurdin menyampaikan kemungkinannya untuk maju bersama, lanjut Ahars, hal itu hanya bersifat pemberitahuan kepada publik mengenai keyakinan hatinya di Pilkada nanti. Walaupun demikian, deklarasi resmi tetap akan dilakukan oleh partai politik.

“Deklarasi dalam pengertian normatif-politik itu hanya bisa dilakukan oleh partai politik. Sebab, hanya partai yang berhak mengusung seorang calon,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta Banwaslu tetap berdiri di posisi netral dalam menjalankan tugasnya. Segala bentuk sikap, pernyataan dan sebagainya diharapkan tidak mendiskreditkan siapapun yang akan ikut di Pilkada Kepri Desember mendatang. (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *