Aneka Kegiatan Penghimpun Dukungan

Bakal kandidat yang akan maju di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015 Desember mendatang, mulai giat menghimpun dukungan. Kesempatan ini ditangkap berbagai elemen masyarakat, organisasi, dan LSM menyodorkan proposal kegiatan.

Saling menguntungkan. Bakal kandidat mendapat kesempatan untuk menyosialisasikan diri. Sementara pelaksana kegiatan mendapat anggaran untuk menjalankan program organisasi. Sisa anggaran menjadi pendapatan sampingan bagi pelaksana dan bisa menambah pundi-pundi kas organisasi.

Kegiatan bisa dikemas berbagai rupa, sesuai latar belakang dan bidang yang diteluti organisasi. Pengurus masjid atau rumah ibadah akan cenderung mengemas kegiatan dengan silaturahmi, peringatan hari besar agama, peresmian pembangunan gedung, dan lainnya. Sedangkan dari kalangan pedagang, biasa lebih memilih mengemas kegiatan dengan ngobrol atau ngopi bareng. Sementara organisasi atau LSM mengemasnya dengan seminar atau diskusi.

Dalam silaturahmi, bakal kandidat menjadi semacam bagian dari keluarga besar dan orangtua angkat. Bakal kandidat menjadi tempat berkeluh kesah terkait kendala dakwah dan aktivitas keumatan yang memerlukan dukungan.

Keluh kesah itu disampaikan masing-masing perwakilan yang telah disiapkan. Biasa sebelum kegiatan, perwakilan sudah diarahkan, keluh kesah apa yang perlu diutarakan.

Silaturahmi Gubernur Kepri Muhammad Sani ke Masjid Agung Lintas Mangsang, Kelurahan Mangsang, Seibeduk, Minggu (25/1/2015) contohnya. Sani terkesan lebih sabar dan telaten mendengar keluhan yang disampaikan para perwakilan jamaah.

Di antara keluhannya adalah minimnya peralatan kesenian bagi ibu-ibu majelis taklim, seragam yang waktunya ganti, pelatihan ketrampilan ibu-ibu, serta fasilitas jalan dan jembatan yang perlu perbaikan. Sementara pengurus masjid menyampaikan tak kunjung kelarnya pembangunan masjid yang dimulai sejak empat tahun lalu.

Setelah berbisik dengan ajudannya, Sani kemudian menanggapi satu per satu keluhan dan permintaan yang telah disampaikan. Untuk pembangunan masjid, melalui Pemprov Kepri ia akan mengucurkan bantuan hingga Rp300 juta pada 2015 ini. Sedangkan untuk ibu-ibu majelis taklim, Sani menyerahkan bantuan uang tunai kepada tiga perwakilan yang masing-masingnya Rp10 juta.

Bantuan tidak langsung diserahkan begitu saja. Ada kalimat yang disertakan Sani agar masyarakat selalu ingat.

“Perlu diketahui, masa jabatan saya akan berakhir Agustus 2015. Kalau saya tidak duduk lagi, maka tidak akan bisa meneruskan bantuan, apalagi sampai Rp5 miliar untuk bangun masjid sampai selesai. InsyaAllah kalau saya duduk kembali, masjid akan saya bantu sampai selesai,” janjinya yang disambut jamaah dengan sumringah dan tepuk tangan.

Menurut Sani, ia tidak bisa terus-terusan menemui warga di satu tempat. Sebab dalam sehari, ia bisa menghadiri hingga empat kegiatan dan undangan. Dan kegiatan itu terkadang tidak di satu wilayah, tapi juga berbeda kabupaten/kota.

“Badan saya cuma satu, tidak bisa terus-terusan kesini, tapi juga harus menemui warga di tempat lain,” katanya.

Padatnya jadwal kegiatan tidak hanya dimiliki Sani, Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo yang akan maju sebagai kandidat Gubernur juga penuh jadwal.

Hanya saja, antara Sani dan Soerya selalu memilih hadir dalam kegiatan di tempat berbeda. Keduanya seolah tak ingin lagi bersatu atau menunjukkan kekompakan sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang memiliki amanah bersama hingga akhir periode.

Seperti dalam kegiatan Sani pada minggu tersebut, Soerya ternyata juga mengunjungi masyaarakat di Kecamatan Seibeduk. Jika Sani di Kelurahan Mangsang, Soerya pada waktu yang hampir bersamaan muncul di acara peresmian Posyandu Edelweis di Permata Asri tahap II Kelurahan Duriangkang.

Soerya disambut meriah warga dengan kesenian tradisional khas Jawa, Reog Ponorogo. Soerya juga tak bisa mengelak saat para pemain menjemputnya naik ke atas reog. Diiringi sorak sorai, Soerya pun menuruti keinginan warga.

Kesibukan kepala daerah menyosialisasikan diri dan turun ke masyarakat dalam berbagai kegiatan disayangkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri Razaki Persada. Menurutnya, banyak hal penting yang perlu disampaikan ke masyarakat menjelang berakhirnya masa jabatan dibanding berebut menghimpun dukungan. Di antaranya bagaimana upaya pemerintah mengisi kekosongan jabatan saat keduanya harus turun karena mencalonkan diri.

“Masyarakat juga ingin tahu langkah yang akan dilakukan pemerintah, agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di Pemprov Kepri,” katanya. (R02)




One thought on “Aneka Kegiatan Penghimpun Dukungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *