Bajafash Kolaborasikan Jazz dan Peragaan Busana

Batam Centre, — Batam Jazz and Fashion (Bajafash) kembali hadir dengan berbagai kegiatan baru yang menarik. Bajafash adalah sebuah festival yang mengkolaborasikan musik jazz dengan peragaan busana.

Tahun 2018 ini merupakan kali keempat Bajafash digelar. Pertama kali di 2007, kemudian sempat vakum dan kembali dilaksanakan pada 2016. Bajafash kemudian berlanjut di 2017 serta direncanakan menjadi agenda tahunan di Batam.

“Bajafash 2018 digelar dua hari, Jumat-Sabtu, 16-17 Maret. Tahun ini sedikit berbeda. Biasanya kita gelar di tengah kota, tahun ini kita bawa Bajafash ke Batam View Beach Resort di kawasan Nongsa,” kata Penggagas Bajafash, Indina Putri Fadjar di Batam Centre, Kamis 15 Maret 2018.

Resort dipilih karena ingin memberikan nuansa baru bagi pagelaran musik dan fashion tersebut. Suasana pantai dan alam terbuka diyakini mampu menambah nilai dari Bajafash itu sendiri.

“Dari tahun ke tahun harus lebih semarak. Selain tempat yang berbeda, tahun ini artis yang diundang juga lebih banyak,” ujarnya.

Indina mengatakan semangat awal dari pelaksanaan Bajafash ini adalah mengangkat talenta musik jazz lokal. Tapi kemudian berkembang dengan memberanikan diri hadirkan artis ternama di panggungnya. Seperti mengundang penyanyi jazz negeri jiran Malaysia, Sheila Majid, di Bajafash 2017.

Adapun artis yang memeriahkan Bajafash 2018 ini antara lain Glenn Fredly, Syaharani, Light Craft dari Indonesia. Kemudian penyanyi legendaris Malaysia Khadijah Ibrahim dan drummer Zahid Ahmad. Serta Rudy Djoe, penyanyi jazz melayu dari Singapura.

Kehadiran para pemusik dari negara tetangga ini sejalan dengan tema yang diangkat Bajafash 2018 yakni Diversity in South-East Asia Through Music and Fashion.

“Dan akan semakin luar biasa dengan penampilan dari pemain perkusi yang berasal dari USA, Steve Thornton. Serta Janine Annice dari UK,” sebutnya.

Sedangkan dari sisi fashion, Bajafash menghadirkan karya-karya perancang busana ternama seperti Chossy Latu. Juga tak ketinggalan koleksi dari fashion designer Batam yaitu Natasya Rofalina dan Febby Erika.

Bajafash tahun ini juga semakin lengkap dengan adanya kegiatan Music Camp. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk belajar secara langsung bagaimana cara memainkan alat musik. Tentunya dengan mentor yang sudah ahli dan berpuluh tahun menggeluti bidangnya.

“Juga akan ada open dialogue dengan tema suistainable creative industry in diversity of south east asia through jazz and fashion,” kata Indina. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *