Banyak okp tidak dipimpin pemuda

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Banyaknya organisasi kepemudaan di Batam yang pimpinan dan pengurusnya tak lagi muda, menjadi tantangan terbesar di kalangan pemuda. Berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 2009, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun.

Sekitar delapan tahun undang-undang tentang kepemudaan ini diterbitkan, belum mampu membawa perubahan struktur organisasi kepemudaan di Batam. Masih banyak organisasi kepemudaan yang dipimpin dan diurus oleh mereka yang berusia di atas 30 tahun, salah satunya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Batam.

Faktor kaderisasi dinilai sebagai pemicu mandegnya regenerasi di sejumlah organisasi kepemudaan di Batam. “Banyak organisasi kepemudaan yang tidak dipimpin oleh pemuda dibawah usia 30 tahun, terutama organisasi kepemudaan berbasiskan agama,” ungkap Adri, aktivis mahasiswa di Batam Centre, kemarin.

Menurutnya, ini merupakan tantangan tersendiri di kalangan generasi muda Kota Batam. Untuk segera meningkatkan pengetahuan dan kualitasnya agar mampu memajukan pemuda, terutama melalui organisasi.

Sementara di sisi lain, pemerintah daerah masih setengah hati dalam melakukan pembinaan terhadap organisasi-organisasi kepemudaan yang ada di Batam. Semestinya, kepedulian dan perhatian pemerintah lebih diutamakan terhadap organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan pelajar yang usia para pengurusannya telah memenuhi kriteria undang-undang kepemudaan, di bawah 30 tahun.

Nyatanya, sejumlah organisasi mengatasnamakan pemuda dengan pimpinan dan sejumlah pengurus berusia diatas 30 tahun, justru disuport oleh pemerintah daerah (Pemko Batam). Salah satunya melalui pengucuran dana hibah dan bantuan sosial (bansos). (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *