Bea Cukai Batam kewalahan atasi penyelundupan beras impor

Batuampar, BatamEkbiz.Com – Kasi BLKI Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Emi Ludianto mengaku kewalahan untuk mengawasi masuknya barang ilegal, terutama beras impor ke Batam. Alasannya kekurangan personil untuk mengawasi banyaknya pelabuhan tikus yang diduga sebagai jalur masuknya barang-barang ilegal tersebut.

“Terus terang kami agak kesulitan, karena personil juga kurang. Banyaknya pelabuhan tikus itu, kami tidak bisa mengcover secara keseluruhan,” ucapnya, kemarin.

Emi menjelaskan, Bea dan Cukai Batam mencatat ada sekitar 140 pelabuhan tidak resmi (tikus) yang tersebar di seluruh Batam. Salah satu dampaknya, diduga adalah maraknya beras impor ilegal yang masuk ke Batam.

Sementara jumlah personil Bea dan Cukai, tidak sebanding dengan banyaknya pelabuhan tikus yang harus diawasi. “Tidak mungkin kami tempatkan satu persatu personil kami di sana (pelabuhan tikus),” ujarnya.

Emi mengaku pihaknya rutin menggelar razia dan patroli keliling untuk memantau aktivitas ilegal di pelabuhan-pelabuhan tikus. Razia dan patroli keliling itu dilakukan baik di laut maupun di darat. Namun razia yang dilakukan dalam kurun waktu empat bulan terakhir tersebut gagal mengendus aktivitas pemasukan beras impor ilegal ke Batam.

“Empat bulan terakhir ini, kami tidak menemukan oknum-oknum tertentu yang memasukan beras secara ilegal,” ungkapnya.

Untuk itu, Emi berharap dukungan masyarakat dan instansi terkait untuk mencegah masuknya beras ilegal ke Batam. Ia meminta masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas ilegal di pelabuhan tikus untuk dapat melaporkannya.

“Kami sangat membutuhkan informasi dari masyarakat dan instansi terkait apabila nampak aktivitas penyelundupan,” katanya. (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *