Belum sebulan pemeliharaan, listrik Batam kembali padam

Tanjungpiayu, BatamEkbiz.Com — Masyarakat Batam kembali resah dengan pemadaman listrik yang berlangsung hingga lebih dari 3,5 jam sehari. Bahkan di beberapa daerah, seperti Tanjungpiayu, listrik bisa padam sehari dua kali. Pemadaman listrik itu terjadi pada Senin-Selasa (17-18/8/2015).

Padahal belum sebulan, PLN Batam telah melakukan pemadaman bergilir selama kurang lebih dua jam sehari. Pemadaman yang berlangsung 23 Juli hingga 6 Agustus itu dibagi dalam tiga waktu berbeda, mulai pukul 09.30 sampai 11.30, pukul 13.30 sampai 16.00, dan pukul 19.00 sampai 20.30. Alasan pemadaman listrik bergilir karena adanya pemeliharaan mesin pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjungkasam.

Pemeliharaan rutin tersebut masuk dengan kategori Minor Overhaul (MO) dan difokuskan pada pemeliharaan instalasi sistem batubara. Akibat pemeliharaan tersebut, sistem kelistrikan di Batam defisit lebih kurang 30 Mw.

Sekitar dua minggu setelah selesainya pemeliharaan mesin PLTU tersebut, tiba-tiba listrik di Batam kembali padam. Corporate Communication bright PLN Batam Rudi Antono kembali beralasan padamnya listrik tersebut karena rusaknya pipa water intake unit 2 PLTU Tanjungkasam. Akibatnya, PLN defisit daya hingga 30 Mega Watt sehingga mengganggu suplai listrik ke pelanggan.

“Gangguan telah diidentifikasi, terjadi kebocoran pipa water intake. Kami mohon maaf atas gangguan mendadak ini,” katanya, kemarin.

Rudi tidak menjelaskan, kenapa mesin PLTU Tanjungkasam kembali rusak hanya beberapa hari setelah dilakukan pemeliharaan. Ia hanya memperkirakan waktu yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan hingga enam hari ke depan.

“Gangguan ini bisa terjadi sewaktu-waktu, karena mesin beroperasi terus,” kilahnya.

Bukan kali ini saja kerusakan mesin PLTU Tanjungasam terjadi. Pada Oktober 2012 atau persis tiga bulan sejak PLTU beroperasi (Juni 2012), mesin juga rusak. Kerusakan juga terjadi kembali pada Maret 2014. PLN pernah membantah kerusakan itu akibat mesin yang digunakan berasal dari Cina.

Sementara itu seorang warga Tanjungpiayu Suhairi mengaku kecewa dengan pelayanan dan kinerja PLN Batam dalam menjaga pasokan listrik kepada pelanggan. Beberapa kali pemadaman, PLN terkesan santai menanggapi keluhan masyarakat dengan minta maaf dan menyuruh masyarakat bersabar menunggu perbaikan. Ini berbeda jika masyarakat terlambat membayar tagihan listrik, langsung didenda dan bisa diputus sementara.

“PLN lebih mementingkan untuk mengejar keuntungan daripada memperbaiki dan meningkatkan pelayanannya ke masyarakat,” ujar Suhairi.

Menurutnya, dengan beberapa kali pemadaman bergilir, PLN seharusnya sudah bisa mengantisipasi potensi kerusakan yang bakal terjadi. Apalagi kinerja PLTU Tanjungkasam makin sulit diandalkan. Mengingat mesin-mesin PLTU ini dibeli dari Cina. Begitupun dalam pembangunan PLTU, pekerjanya juga banyak yang didatangkan dari Cina.

“Mungkin PLN membeli mesin dari Cina hanya karena tergiur harga yang murah, tidak melihat kualitas dan keandalan mesin itu. Begini jadinya, listrik sering mati dan masyarakat banyak yang dirugikan,” gerutu Suhairi. (R01)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *