Beroperasinya 150 Alfamart di Batam ancam keberlangsungan UKM

Batam Centre, BatamEkbiz.Com – Rencana beroperasinya 150 outlet Alfamart di Batam menuai penolakan. Selain izin belum keluar, kehadiran Alfamart dikhawatirkan mematikan minimarket yang telah ada.

Penolakan beroperasinya Alfamart di Batam disuarakan para Anggota DPRD Batam. Anggota Komisi II DPRD Batam Aman menilai, kehadiran Alfamart akan berdampak negatif terhadap keberlangsungan pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan menyebabkan matinya usaha yang telah ada. Saat ini banyak minimarket dan supermarket di Batam, sehingga kehadiran Alfamart belum dibutuhkan.

“Kami menolak Alfamart, karena lebih banyak dampak negatif dibanding positifnya,” tegas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Kamis (12/2/2015).

Idawati meminta BPM-PTSP Batam mengkaji kembali izin operasional Alfamart di Batam. Sebab di daerah-daerah lain di Indonesia, terutama Jawa, kehadiran Alfamart banyak ditolak masyarakat. Undang-undang Nomor 70 Tahun 2003 tentang Izin Keberadaan Minimarket telah mengatur hal tersebut.

“Saya mendapatkan laporan bahwa Alfamart telah mengajukan izin 150 outlet kepada BPM-PTSP Batam. Aturan darimana meminta outlet sebanyak itu,” katanya.

Sementara Kepala Dinas PMP-KUKM Batam Febrialin mengungkapkan, pihaknya tak lagi mengeluarkan izin bagi minimarket dan lainnya. Sejak Juli 2014, izin minimarket diambil alih oleh BPM-PTSP Batam.

“Kami sudah tidak lagi mengeluarkan izin, yang mengeluarkan adalah BPM Batam,” ungkapnya.

Febrialin menjelaskan, pengajuan izin outlet untuk minimarket harus dilengkapi dengan surat keterangan domisili usaha dari kelurahan dan kecamatan. Pengurusan domisili usaha harus sesuai dengan jumlah outlet. Jika Alfamart mengajukan izin untuk 150 outlet, berarti juga harus memiliki 150 surat domisili usaha.

Saat ini, Batam telah menjalankan sistem toko modern, yaitu transaksi dilakukan tanpa ada tawar menawar antara pembeli dan penjual. Alfamart termasuk toko modern. Sedangkan toko dengan bangunan bagus, namun transaksinya masih tawar menawar, tidak termasuk sebagai toko modern.

“Perbedaan toko biasa dengan toko modern hanya terletak pada sistem transaksi,” jelasnya.

Kabid Perizinan BPM Batam Syafrial mengaku telah menerima permohonan izin PT Sumber Alfaria Wijaya yang akan mendirikan Alfamart di 150 titik di Batam. Namun pihaknya belum mengeluarkan izin operasional Alfamart, karena harus melewati beberapa tahapan.

“Kami mendukung kegiatan investasi di Batam, namun kami belum mengeluarkan izin Alfamart,” katanya. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *