Besok, FPK Batam Gelar Silaturahmi Akbar dengan Paguyuban se-Batam

Jodoh, BatamEkbiz.Com — Berbagai elemen masyarakat yang bernaung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Batam komitmen untuk ikut menjaga Batam tetap kondusif. Komitmen itu akan diikrarkan bersama dalam silaturahmi dengan paguyuban se-Batam dari 34 provinsi di Indonesia di Golden Prawn, Bengkong, Sabtu 24 Februari 2018 pukul 09.00 WIB.

Ketua Harian FPK Batam, Makmur AT mengatakan, silaturahmi akbar tersebut diselenggarakan sebagai sarana memperkuat kekompakan antar paguyuban di Batam. Kekompakan itu merupakan modal bersama untuk menjaga Batam tetap damai dan aman.

“Kegiatan ini murni semata-mata untuk silaturahmi, saling mengenal antar paguyuban di Batam. Melalui forum ini, kami berharap ada peran serta seluruh paguyuban untuk ikut menjaga keamanan Batam,” kata Makmur didampingi Sekretaris FPK Massiara Alias, Ketua Panitia Syamsu, Angelinus, Ellyas Langoday, H Faizal Fatah, Arman, Deni Untu, Iswadi, Irmanda, dan pengurus FPK lainnya di Jodoh, Kamis 22 Februari 2018.

Syamsu memperkirakan silaturahmi akbar ini akan dihadiri 2.000 tokoh paguyuban, pemuka masyarakat, dan tokoh adat dari berbagai daerah di Indonesia yang ada di Batam. Panitia juga mengundang Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, anggota DPR Nyat Kadir, anggota DPD Haripinto, serta para unsur pimpinan daerah lainnya. Kegiatan juga akan dimeriahkan dengan penampilan ragam budaya dari berbagai daerah, seperti Melayu, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

“Kami mengundang seluruh tokoh di Batam dapat hadir dalam silaturahmi besok. Karena ini merupakan agenda awal FPK untuk meningkatkan silaturahmi dengan seluruh paguyuban di Batam yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Massiara menambahkan, saat ini ada 42 paguyuban dari 64 organisasi yang terdaftar di Kesbangpol bernaung dalam FPK Batam. Forum ini dibentuk untuk membantu pemerintah dalam mengatasi dan mengantisipasi berbagai persoalan di masyarakat, khususnya masalah sosial.

Dia mencontohkan peran FPK dalam membantu menginformasikan kepada paguyuban terkait, mengenai warganya yang meninggal dunia. Warga tersebut tak memiliki keluarga di Batam. Begitu juga saat ada tenaga kerja dari daerah yang mau keluar negeri terlantar di Batam, pengurus FPK langsung menyampaikan ke tokoh paguyuban setempat. Sehingga akhirnya tenaga kerja terlantar itu bisa dipulangkan kembali ke daerah asal.

“Melalui forum ini, persoalan yang berpotensi terjadi di masyarakat bisa diantisipasi dan diinformasikan kepada paguyuban terkait. Tentunya peran seluruh paguyuban, bagaimana Batam bisa aman. Inti dari acara silaturahmi nanti adalah ikrar bersama yang dibacakan seluruh paguyuban untuk ikut menjaga Batam tetap aman,” kata Massiara. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *