Biaya Sandar Kapal Harus Murah

Bali, BatamEkbiz.Com — Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan, infrastruktur pelabuhan berpotensi mendatangkan banyak wisatawan. Untuk menangkap potensi tersebut, ada tiga poin yang harus diperhatikan dalam membangun infrastruktur, yaitu mudah, murah, dan melayani.

“Pertama, mudah, kita merencanakan besaran-besaran pelabuhan, jalur dan rute, itu kita benerin. Kedua, murah, kita minta kepada port management, Pelindo 1, 2, 3, 4, melakukan suatu revisi terhadap biaya yang dikenakan. Ketiga, melayani, kita harus welcome sama mereka,” jelas Menhub usai menghadiri acara penyambutan kapal Cruise Pacific Eden yang pertama kalinya bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali dengan mengangkut 1.500 penumpang dan 60 awak kapal dari Darwin, Australia, pada Kamis 13 April 2017.

Pacific Eden merupakan salah satu kapal pesiar dari P&O yang merupakan bagian dari Carnival Corporation & PLC. Carnival mengkoordinasikan beberapa perusahaan kapal pesiar, antara lain AIDA, Carnival, Cunard, Holland America Line, Fathorn, P&O Cruises, P&O, Princess Cruises and SeaBourn.

Budi mengaku mendapatkan banyak keluhan dari kapal pesiar internasional terkait mahalnya biaya pelabuhan. Keluhan itu menunjukkan adanya kekurangan yang harus diperbaiki oleh pelabuhan. Ia meminta skala ekonomi dan harga dibahas secara cerdas, agar harga yang diberikan bisa kompetitif dan traffic meningkat.

“Kita lihat skala ekonomi, kita bilang setahun cuma dua kali, jadi harganya mahal. Nah, bagaimana kita ciptakan harga agar yang datang 100 kali setahun, pada akhirnya kita akan mencapai pendapatan yang sama. Bali bagus, tapi kalau mahal, orang males juga ke sini. Oleh karenanya kita akan evaluasi, harganya harus lebih murah dari yang lain,” jelas Menhub. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *