BP Batam Ikuti Maritim Expo 2017

Jakarta, BatamEkbiz.Com – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan akselerasi peningkatkan daya saing industri shipyard dan infrastruktur pelabuhan dengan berpartisipasi di Indonesia Maritime Expo (IME) 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Selasa 10 Oktober 2017.

Partisipasi ini merupakan upaya BP Batam untuk mendorong pertumbuhan ekspor, produksi komponen kemaritiman secara lokal melalui investasi dan alih teknologi, peningkatan daya saing fasilitas pemeliharaan dan galangan kapal di tingkat regional, serta peningkatan kualitas pelabuhan dan tata logistik di Batam.

“Partisipasi BP Batam pada event ini merupakan upaya dalam membawa solusi mewujudkan visi poros maritim dunia khususnya Batam sebagai tujuan investasi dan ahli kapal di kawasan asia pasifik,” ujar Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono.

Andi menjelaskan, keikutsertaan pihaknya pada pameran kali ini adalah untuk memberikan peluang bagi para pelaku industri maritim nasional dan internasional guna bertemu dan berinteraksi secara langsung kepada BP Batam. Sehingga pelaku industri memperoleh informasi terbaru tentang produk, jasa, dan teknologi terkini yang dapat dikembangkan dengan segala potensi yang ditawarkan Batam, seperti pelabuhan kargo Batuampar, Tanjungsauh, dan terminal bandara.

Andi berharap informasi yang diberikan dapat memberikan nilai tambah, terutama dalam mengangkat peran produksi komponen maritim lokal terhadap kemajuan sektor maritim di kawasan perbatasan strategis, menuju Batam sebagai tujuan investasi dan poros maritim di kawasan Asia Pasifik. “Kami undang investor berteknologi tinggi ke dalam shipyard, sehingga potensi yang lebih tinggi bisa dilihat. Harapannya bisa mentransfer ilmunya kepada shipyard yang telah ada di Batam untuk membuat kapal kelas tinggi,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto mengatakan bahwa event ini akan menjadi tempat bagi pelaku industri berkumpul untuk membahas isu, jaringan, strategi, serta menciptakan peluang bisnis baru. Event ini menjadi momentum untuk menampilkan kemajuan sektor transportasi, logistik, dan maritim bagi perekonomian Indonesia dan juga menyediakan platform baru bagi dunia industri.

Ia menyebutkan pengembangan infrastruktur maritim masih belum signifikan. Untuk itu perlu upaya mengatasi kendala tersebut dengan menghasilkan gagasan dan masukan yang konstruktif, khususnya bagi kemajuan ekonomi nasional.

“Kami perlu membantu pemerintah untuk mempercepat program pemerataan ini dengan menciptakan suatu wadah yang mewakili berbagai pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, praktisi, dan juga akademisi dari semua sektor terkait,” katanya.

Kadin juga mengusulkan konsep sistem logistik nasional (Sislognas) dalam upaya reformasi logistik dari negara yang konsumtif menjadi negara produktif (produsen). “Pengembangan e-commerce saat ini berdampak signifikan terhadap efisiensi dan produksi dalam industri logistik transportasi dan maritim,” jelas Carmelita.

IME sendiri terintegrasi dengan ITLMW 2017 diselenggarakan selama tiga hari, 10-12 Oktober 2017 dengan menampilkan produk dan teknologi terbaru dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, Italia, dan Belanda. IME 2017 didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Serta terdapat berbagai asosiasi bisnis yang berperan aktif dalam rangkaian pameran dan konferensi, di antaranya INSA (Indonesia National Ship-owner Association), IPERINDO (Ikatan Perusahaan Industri Kapal Indonesia), PIKKI-ISCIA (Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia), PRAMARIN (Praktisi Maritim Indonesia), VSA (Vietnam Ship-owner Association), KOMEA (Korea Maritime Equipment Association), ABUPI (Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia). (suradi/r)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *