BP dan Pemko Batam Harus Rukun, Selamatkan Ekonomi Batam yang Kendor

Batam Centre, BatamEkbiz.Com – Kisah asmara dua instansi negara yang berdomisili di Kota Batam tak kunjung rukun. Baru-baru ini Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) Kota Batam menghembuskan dua sejoli untuk melebur jadi satu. Namun tak ada balasan dari si nyonya tua (BP Batam). Bahkan Kadin Meminta kepada pria tampan (Pemko Batam) untuk merangkul nyonya tua ada dipangkuannya dan melebur menjadi satu yakni hanya ada Pemko Batam.

Ujaran Kadin di Media menjadi petanda bahwa kedua instansi itu belum mesra. Alhasil rakyat Batam juga menilai kalau keduanya tidak bersinergi dengan melihat fakta ekonomi Batam yang terus merosot.
Pelbagai terobosan dan program kerja yang direalisasikan kedua instansi itu, seakan tidak menjawab penderitaan rakyat Batam yang membutuhkan lapangan kerja dan harga barang yang stabil.

Kebijakan mereka tidak mengubah situasi Batam, malah memperparah penderitaan Batam dengan banyaknya investor yang hengkang dari Batam dan perusahaan besar banyak yang tutup. Faktanya dari tahun 2015 sampai pertengahan tahun 2017, ada 100 lebih perusahaan di Batam yang tutup dengan pelbagai alasan.

Isu yang berhembus di masyarakat mengatakan, hengkangnya perusahaan asing di Batam karena konflik internal nyonya tua dan pria tampan yang tak berkesudahan. Sehingga membuat iklim inventasi di Batam terganggu dan menyebabkan stabilitas politik yang tak menentu.

Perusahaan di Batam pun banyak yang cabut dan karyawan banyak dirumahkan (PHK), pengangguran semakin menumpuk, dan rakyat Batam semakin terlantar karena susah mencari pekerjaan. Lalu apa yang dilakukan BP dan Pemko untuk menjamin keberlangsungan hidup rakyat Batam dan memberikan kesejahteraan yang merata?

Mengingat peran dan fungsi dua instansi vital itu amat besar pada kehidupan khalayak umum, tentu rakyat menunggu solusi kongkrit yang bisa membangkitkan ekonomi Batam.

Harapan besar rakyat Batam, Pemko dan BP Batam bersinergi dan tidak saling menyalahkan, mengambil peran masing-masing untuk memajukan Batam, baik dari sektor indutri besar maupun usaha kecil masyarakat Batam dan memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan terjangkau.

Mengingat isu dualisme ini sudah cukup lama berhembus dan semakin dimakan usia, semakin tajam konflik yang ada dan dinilai saling menuding antara satu sama lain dan korbannya adalah rakyat Batam dan bila tidak ada kemesraan dari kedua lembaga ini, Batam bisa hancur.

Beberapa ruang diskusi formal dan non formal, titik perseteruan BP dan Pemko Batam terletak pada pengelolaan lahan. Pemko menginginkan pengelolaan lahan di pulau kalajengking ini dikelola Pemko. BP Batam merasa paling tua, tak ingin melepas begitu saja dan sadar bahwa penghasilan terbesar BP ada di pengelolaan lahan.

Selain itu, banyak juga permasalahan pengurusan izin yang belum senada antara kedua lembaga, salah satunya penerbitan fatwa planologi di BP Batam dengan Izin Membangun Bangunan (IMB) di Pemko Batam. Keduanya sama-sama mengeluarkan izin dengan objek yang sama dan setiap perusahaan atau perorangan yang ingin membangun bangunan harus mengantongi kebijakan yang diterbitkan kedua lembaga tersebut.

Kenyataanya dari izin yang dikeluarkan banyak terjadi tumpang-tindih atau berbeda. Padahal izin tersebut sangat krusial dalam penataan pembangunan di Batam. Sebab, izin itu keluar berdasarkan master plan yang dibuat oleh Pemko atau BP Batam.

Namun, pihak pengusaha pun merasa terbebani dan menganggap rumit mengurus satu objek pada dua lembaga. Faktanya, dalam penerapan pun tidak jarang banyak perbedaan, apakah sesuai IMB atau fatwa planologi? Namun ada juga yang sama dari izin yang dikeluarkan.

Apapun cerita perbedaan Pemko dan BP Batam, rakyat menginginkan dualisme Pemko dan BP Batam tidak dijadikan konflik dan menunda kesuksesan Kota Batam untuk mendapatkan investor dan membangkitkan dunia industri di Batam dan berharap ada titik terang untuk keduanya rukun dalam membangun dan memajukan Batam.

Sebab, bila BP dan Pemko Batam bersinergi dengan harmonis dan fokus membangun ekonomi Batam sebagai bandar madani dan lokomotif ekonomi dunia, maka kesejahteraan Batam akan terasa dan Batam maupun indonesia akan bangga dengan BP dan Pemko.

Sumber: Tulisan ini hasil diskusi pengurus DPW Provinsi Kepri, Laskar Ampera Arief Rachman Hakim angkatan 66.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *