Bupati Apri Serahkan Kunci Rumah 40 KK

BINTAN – Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) di Desa Lancang Kuning, Bintan Utara menerima kunci rumah. Penyerahan tersebut merupakan realisasi dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2017.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, penyerahan kunci rumah bagi 40 KK tersebut merupakan tidak lanjut dari usaha dan kerja keras Pemkab Bintan melalui Dinas Permukiman Kabupaten Bintan.

“Beberapa waktu lalu kami melakukan koordinasi ke pemerintah pusat terkait Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan Alhamdulilah ada 40 KK di Desa Lancang Kuning ini yang menerima bantuan tersebut,” ujarnya, kemarin.

Apri juga menyerahkan beberapa aset pemerintah desa (Pemdes) Lancang Kuning kepada BUMDes Jaya Gemilang yang nantinya akan dikelola oleh masyarakat Desa Lancang Kuning. Beberapa aset itu di antaranya sebuah mesin pembajak tanah merk Kubota seri B2420, beberapa unit tenda dan kursi, serta perlengkapan sound system.

Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan Deby Maryanti, Apri juga terlihat menandatangani prasasti peresmian Kantor Balai Desa Lancang Kuning usai direhabilitasi. Dia berharap BUMDes Jaya Gemilang bisa mengelola aset serta memberikan manfaat bagi kemajuan kesejahteraan masyarakat desa ke depannya.

“Semoga ini bermanfaat. Kami juga berharap BUMDes Jaya Gemilang Desa Lancang Kuning mampu mengelola aset-aset yang ada untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Kepala Dinas Permukiman Kabupaten Bintan Herry Wahyu menuturkan bahwa program BSPS dikucurkan pemerintah dalam bentuk bahan bangunan serta diperuntukkan bagi warga yang rumah tinggalnya kurang layak huni.

“Tiap KK itu menerima bantuan yang diberikan langsung berupa bahan bangunan sebesar Rp16,5 juta. Jadi total dana yang dikucurkan untuk 40 unit rumah berkisar Rp660 juta,” ujarnya saat dihubungi, Minggu 18 Maret 2018.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan bahwa aset BUMDes Jaya Gemilang seperti traktor Kubota tersebut, nantinya bisa disewakan kepada pihak yang membutuhkan, seperti contohnya bagi masyarakat yang bergerak di bidang pertanian.

“Artinya, aset BUMDes tersebut boleh disewa, namun tidak boleh diperjualbelikan. Untuk anggaran perawatan, itu sudah menjadi tanggung jawab BUMDes itu sendiri,” tutupnya. (bow)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *