Dahlan Ikut abadikan Sejarah Melayu melalui buku

Batam Kota, BatamEkbiz.Com — Setahun lalu, tepatnya Selasa (17/12/2013), Wali Kota Batam Ahmad Dahlan menyatakan keprihatinan atas terbitnya buku karya Raja Ali Haji. Pasalnya, buku pahlawan nasional asal Provinsi Kepri yang terkenal dengan Gurindam 12-nya ini diterbitkan oleh negara tetangga, Malaysia.

Karya Agung karangan Raja Ali Haji ini diterbitkan Yayasan Karyawan Malaysia dalam beberapa judul. Di antaranya Tuhfat al-Nafis yang menceritakan sejarah kerajaan Melayu selepas kejatuhan kerajaan Melaka dan Bustan al-Katibin yang menceritakan tentang bahasa Melayu.

Tuhfat al-Nafis dicetak pertama pada 1998 dan cetakan kedua pada 2008. Buku dengan kertas berbahan kulit setebal 675 halaman ini dijual seharga 180 Ringgit Malaysia atau sekira Rp640 ribu. Sedangkan Bustan al-Katibin dicetak pertama pada 2005 dan cetakan kedua pada 2008 dengan harga jual 160 Ringgit Malaysia atau sekira Rp580 ribu.

“Kita cukup, ya,,, prihatinlah. Raja Ali Haji yang lahir di Penyengat, dibesarkan di Penyengat, berkarya, meninggal di Penyengat, hasil karyanya dicetak negara lain,” kata Dahlan usai Peluncuran Buku dan Seminar Mengkaji Karya-karya Raja Ali Haji yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam di Hotel Planet Holiday.

Waktu itu belum ada pernyataan Dahlan untuk juga menerbitkan buku. Ia justru mengatakan bahwa diterbitkannya buku karya Raja Ali Haji yang mengupas tentang kebesaran Melayu oleh negara lain, menjadi cambuk bagi generasi muda Batam untuk berkarya.

Kini, tepat setahun setelah peluncuran buku karya Raja Ali Haji oleh negara Malaysia, Dahlan meluncurkan buku “Sejarah Melayu” di Politeknik Negeri Batam, Selasa (16/12/2014). Dahlan mengaku bahwa buku yang mengupas tentang sejarah kebudayaan melayu ini sudah disusun sejak lima tahun lalu.

“Saat itu bulan Mei tahun 2009, saya merasakan seperti ada warisan budaya yang hilang. Saya kemudian mulai menulis dan perlu waktu hingga lima tahun untuk menyusun buku ini, karena harus mengumpulkan beberapa bahan dan referensi,” katanya.

Dahlan menceritakan, berbagai upaya dilakukan untuk menyempurnakan karya perdananya ini. Di antaranya dengan bergerilya mencari bahan tulisan, menyusuri Pulau Penyengat, mendatangi Singapura dan Johor Malaysia, hingga ke perpustakaan nasional dan arsip negara di Jakarta.

Buku setebal 623 halaman ini dicetak oleh Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia Jakarta dan dijual ke umum seharga Rp110 ribu. Buku bercover Masjid Raya Sultan Riau Penyengat ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi kurikulum muatan lokal di seluruh sekolah di Provinsi Kepri.

“Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua,” kata pria kelahiran Batam, 10 April 1954 ini. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *