Dekat dengan Anak, Akrab dengan Guru

Sekolah baru masuk pukul 07.30, tapi Irfan sudah datang 1 jam lebih awal. Ia mengenakan seragam baru, baju putih lengan panjang, celana panjang warna merah, dasi, dan topi. Tas dan sepatu hitamnya juga baru.

“Baru dibeli dua minggu lalu, sama buku tulis dan peralatan sekolah,” kata Rihana, ibu Irfan saat mengantar anaknya di hari pertama sekolah di SDN 004 Seibeduk, Senin 18 Juli 2016.

Irfan tampak bersemangat di hari pertamanya sekolah. Tak ada wajah jenuh meski harus menunggu lama dimulainya pembagian kelas. Ia dan ibunya duduk-duduk di bawah pohon yang tumbuh rindang di halaman sekolah.

Dekat Irfan duduk, berdiri Marvin, siswa baru SDN 004 Seibeduk lainnya. Ia juga ditemani ibunya di hari pertamanya masuk sekolah.

Berbeda dengan Irfan, Marvin tampak masih malu-malu dan canggung. Ia terlihat menjaga jarak dengan kawan-dan lingkungan barunya.

“Ayo, kumpul sana sama kawan-kawannya,” suruh Sinta, sang ibunda.

Marvin tak beranjak. Ia justru bergelayut manja di lengan ibunya.

“Dia masih belum terbiasa dengan lingkungan dan kawan yang baru. Mungkin butuh beberapa hari bagi saya untuk terus menemaninya selama di sekolah,” kata Sinta.

Irfan dan Marvin adalah murid baru di SDN 004 Seibeduk. Hari itu merupakan hari pertama mereka sekolah. Ia ditemani ibunya, sebagaimana murid baru dan lama lainnya.

Hari pertama sekolah menjadi momentum bagi para orangtua di Batam untuk mengantarkan anaknya. Selain itu, mereka juga ingin lebih dekat dengan para guru.

Ramainya orangtua yang mengantarkan anaknya ke sekolah tak lepas dari imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2016 tentang Hari Pertama Sekolah. Dampaknya, jalanan di lingkungan sekolah menjadi macet. Ratusan motor parkir di kanan dan kiri jalan, membuat badan jalan makin menyempit.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin mengatakan, saat ini jumlah murid yang mendaftar di 154 SD Negeri di Batam mencapai 12.885 murid. Sedangkan yang diterima hanya sekitar 9.000 murid.

Untuk SMP Negeri, pendaftar mencapai 10.000 orang dan yang diterima sekitar 7.000 murid. Sedangkan di tingkat SMA dan SMK Negeri, yang mendaftar mencapai 7.000 orang dan yang diterima sekitar 5.000 murid.

“Secara keseluruhan hampir 22 ribu siswa yang masuk ke sekolah negeri tahun ini,” katanya.

Wali Kota Batam Rudi berharap tidak ada pungutan liar yang dilakukan sekolah terhadap murid baru. Ia tak segan memberi sanksi kepada sekolah yang memunggut biaya liar kepada siswa baru.

“Tidak boleh ada pungutan dan saya sudah larang,” tegasnya.

Rudi menjelaskan bahwa keberadaan sekolah swasta juga bisa membantu siswa baru dapat menamatkan pendidikannya di bangku sekolah. Ia juga berharap, biaya pendidikan yang diterapkan sekolah swasta tak berbeda jauh dengan negeri. Sehingga orangtua tak selalu berebut menyekolahkan anaknya pada sekolah negeri karena biaya yang hampir sama dengan swasta.

“Kami juga memikirkan sekolah swasta agar tidak tutup. Namun, sekolah swasta juga harus mengerti dengan biaya sekolah. Jangan mahal-mahal,” katanya.

Rudi mengancam akan menghentikan bantuan honor untuk guru swasta jika biaya sekolah swasta terlalu tinggi. “Bantuan guru swasta bisa saya cabut,” ancamnya. (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *