Dilarang berbaur, buruh SCI tetap khidmat ikuti upacara

Muka Kuning, BatamEkbiz.Com — Belum tuntasnya persoalan yang membelit ratusan buruh PT Sun Creation Indonesia (SCI), paska ditinggal kabur manajemen perusahaan ke negara asalnya di Jepang, membuat nasionalisme buruh semakin meningkat. Sejumlah buruh PT SCI Batam, ikut melaksanakan upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-68 tingkat Kota Batam, yang dipusatkan di Halaman Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Muka Kuning, Sabtu (17/8/2013).

Meski agak canggung setelah beberapa tahun absen mengikuti upacara Hari Kemerdekaan, para buruh akhirnya dapat mengikuti berjalannya upacara dengan khidmat. Meski mereka harus berkerumun dan membentuk barisan tersendiri di luar lapangan, akibat dilarang berbaur dengan barisan peserta upacara lainnya.

“Nggak dapat izin (bergabung dengan barisan lain),” kata Sekretaris FSPMI Batam, Suprapto yang terlihat kecewa dengan larangan tersebut, dan sedikitnya buruh PT SCI lain yang hadir.

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-68 tingkat Kota Batam, dipimpin oleh Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Sejumlah pimpinan daerah dan pejabat di lingkungan Pemko Batam, juga hadir dalam upacara ini.

Kehadiran para buruh PT SCI dalam upacara ini, merupakan tindak lanjut perjuangan buruh dalam mengetuk kepedulian para pejabat di Batam. Atas nasibnya yang masih terkatung-katung sekitar dua bulan ini, sejak manajemen perusahaan kabur meninggalkan kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap karyawan.

Sebelumnya, empat hari menjelang Hari Kemerdekaan RI, Selasa (13/8/2013), para buruh PT SCI sempat mendatangi dan mengepung rumah General Manager PT SCI, Rudi Heryanto di Perumahan Citra Indah Blok C Nomor 28 Batam Centre.

Namun kedatangan para buruh ini, justru mendapat hardikan Rudi yang kaget rumahnya menjadi sasaran. Bersama keluarga, akhirnya Rudi justru melarikan diri, dan meninggalkan para buruh yang ingin meminta pertanggung jawaban manajemen.

“Kedatangan kami ke rumah Rudi, sebenarnya hanya ingin meminta klarifikasi dugaan keterlibatan Rudi atas larinya manajemen asing ke negaranya. Karena selama ini, Rudi tidak pernah peduli dan turut bergabung bersama buruh, padahal selama ini ia mengaku juga sebagai korban,” kata Wakil Ketua PUK FSPMI PT. SCI, Sugeng. (R02)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>