Dilema Pencari Suaka di Batam

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Keberadaan 95 orang imigran di Taman Aspirasi Batam Centre, menambah panjang daftar pencari suaka yang memilih Batam sebagai tempat singgah. Kelompok imigran kedua yang datang ke Batam ini tinggal dengan kondisi seadanya dan hidup bergantung dari bantuan masyarakat sekitar.

Kondisi lebih baik dialami kelompok imigran pertama. Mereka tinggal di tempat yang lebih layak di Hotel Kolekta dan biaya hidupnya ditanggung oleh International Organization for Migrant (IOM).

Para pencari suaka yang tinggal di Taman Aspirasi inilah yang kini memusingkan kepala Wali Kota Batam Rudi. Sebab keberadaannya di Batam tidak mendapatkan tanggungan IOM. Mereka berkeliaran dan dikhawatirkan memicu masalah baru. Sementara saat ini Batam sedang gencar-gencarnya menggaet investor yang membutuhkan dukungan kenyamanan dan keamanan.

“Kemarin kita sudah rapat dengan imigrasi. Kita akan kirim surat ke Menko Polhukam tentang imigran ini,” kata Wali Kota.

Pemko Batam akan menyurati Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) terkait keberadaan pencari suaka di Batam. Sehingga ada solusi bagi para pencari suaka yang tidak ditanggung oleh IOM.

“Supaya tidak jadi masalah sosial, kalau boleh ditarik balik ke daerah asal dia sebelum sampai ke Batam,” kata Rudi. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *