Ekonomi Kepri Terpuruk Sejak 8 Tahun Lalu

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri menukik tajam ke angka 2,02 persen (year on year/yoy) di triwulan pertama 2017. Kepala Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, ini merupakan kejadian kedua kondisi paling buruk bagi Kepri.

“Sebelumnya hal yang sama pernah terjadi di triwulan pertama 2009,” katanya dalam konferensi pers di Nagoya, Rabu 10 Mei 2017.

Menurut Gusti, melemahnya ekonomi Kepri tahun ini paling utama didorong oleh pelemahan ekonomi global. Penyebab yang sama di tahun 2009. Pelemahan ekonomi global ini memberikan dampak yang besar bagi Kepri karena Kepri sangat bergantung pada ekspor.

Sebab lain, melemahnya ekonomi Kepri adalah penurunan sektor pertambangan, industri, konstruksi, dan perdagangan. Bahkan sektor industri dan pertambangan tumbuh negatif.

Sektor pertambangan, kata Gusti, dipengaruhi tren lifting yang masih menurun. Meski harga minyak dunia mulai membaik, belum bisa mendongkrak pertambangan di Kepri.

“Untuk sektor konstruksi dan perdagangan masih tumbuh tapi mengalami perlambatan. Sektor konstruksi melambat terindikasi dari penurunan konsumsi semen. Sedangkan perlambatan sektor perdagangan sejalan dengan melambatnya penjualan kendaraan bermotor,” ujarnya.

Gusti mengatakan, pemerintah dapat melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kembali perekonomian. Di antaranya dengan menggenjot sektor fiskal dan mendorong pertumbuhan investasi di Kepri. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *