Ekonomi Kreatif Bisa Jadi Bahan Bakar Ekonomi Nasional

Padang, BatamEkbiz.Com — Ekonomi kreatif dinilai bisa menjadi salah satu bahan bakar bagi ekonomi nasional. Ide-ide kreatif, inovasi, serta eksperimen dalam memanfaatkan sumber sumber daya alam ini bisa dikapitalisasi untuk memberikan manfaat pada ekonomi dan kepribadian bangsa.

Demikian diungkapkan Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih di sela-sela pertemuan dengan pejabat Pemprov Sumatera Barat di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Padang, Kamis 12 Oktober 2017. Kunjungan ini dalam rangka mendapatkan masukan dan aspirasi terkait RUU Ekonomi Kreatif.

“Provinsi Sumatera Barat dipilih sebagai salah satu tujuan penyerapan aspirasi RUU Ekonomi Kreatif karena mempunyai potensi yang luar biasa di bidang kuliner, fashion, hingga kerajinan tangan yang mempunyai kekhasan, dan tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain. Bahkan tiap daerah di Sumatera Barat memiliki makanan dan jajanan khas,” jelas politisi PKS itu saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti menambahkan, Indonesia yang terdiri dari 34 provinsi tentu memiliki keunggulan potensial ekonomi kreatif yang berdasarkan kearifan lokal di daerah masing-masing yang belum tergali secara mendalam.

“Untuk itu negara harus hadir guna membantu menemukan, memfasilitasi, dan melindungi UKM-UKM kita dari gempuran ekonomi global yang makin mendesak dan mematikan ekonomi lokal kita saat ini,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Pernyataan itu pun diperkuat oleh anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati. Reni menjelaskan bahwa DPR bersama Pemerintah sedang berusaha mencari berbagai masukan dari berbagai pemangku kepentingan, khususnya terkait subtansi mengenai ekosistem ekonomi kreatif yang terdiri dari ruang lingkup ekonomi kreatif, klasifikasi dan jenis ekonomi kreatif, SDM Ekraf, pembiayaan dan kemitraan, serta kelembagaan.

Apalagi, masih kata Reni, amanat Rencana Pemerintah Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJPMN) 2015-2019 bahwa pertumbuhan PDB ekonomi kreatif, serapan tenaga kerja, serta kontribusi atau devisa ekspor untuk ditingkatkan.

“Ketiga sasaran tersebut ditargetkan dapat dicapai dengan rata-rata pertumbuhan setiap tahun sebesar 11 persen untuk PDB, 2 persen untuk tenaga kerja dan 12 persen untuk kontribusi ekspor,” imbuh politisi PPP itu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumatera Barat Ali Asmar menyampaikan bahwa Gubernur Sumatera Barat mempunyai resep jitu dalam merangsang ritme roda perekonomian lokal. Hal itu ditunjukkan dengan tidak dikeluarkannya izin untuk usaha minimarket yang kian menjamur di daerah lain, karena akan membunuh pertumbuhan pedagang lokal.

Angga Djamar, salah satu penggiat ekonomi kreatif di Sumbar dengan produk ‘Ladang Tari Nan Jombang’, mengatakan kehadiran pemerintah maupun pihak-pihak yang terkait dengan para pelaku industri kreatif harus menciptakan sinergi dan ekosistem yang membantu eksistensi dan keberlangsungann UKM secara terus menerus, baik secara permodalan ataupun pemasaran.

“Peraturan apapun yang akan dibuat pada akhirnya nanti hanya pihak-pihak tertentu yang akan diuntungkan. Para penggiat industri kreatif mengharapkan adanya fair support dari pemerintah sehingga tercipta distribusi pendampingan dan ekosistem yang kuat dari pihak manapun yang sama-sama peduli untuk memajukan usaha industri ekonomi kreatif ini,” jelasnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *