Elpiji 5,5 Kg Kini Beredar di Batam

Batam Centre,  BatamEkbiz.Com – Pertamina Regional I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mulai mendistribusikan elpiji Bright Gas 5,5 kilogram di Batam, awal Februari lalu. Tahap awal, Pertamina mendistribusikan 3.000 tabung dengan harga jual Rp55 ribu per tabung di agen dan Rp61 ribu di outlet.

“Masyarakat bisa mendapatkannya di 220 outlet yang tersebar di Batam,” ujar Humas Pertamina Sumbagut, Fitri Erika, Kamis, 9 Februari 2017.

Erika menjelaskan, peluncuran elpiji 5,5 kg itu bertujuan untuk melayani kebutuhan keluarga yang membutuhkan kemasan lebih ringan dan praktis dengan harga terjangkau. Target konsumennya adalah ibu rumah tangga dan wanita karier yang dinamis atau keluarga kecil maupun penghuni apartemen yang memiliki kebiasaan memasak dalam frekuensi yang lebih sedikit.

Tabung Bright Gas 5,5 kg memiliki tinggi 46,3 cm dengan diameter luar tabung 23 cm. Dimensi tabung Bright Gas 5,5 kg tersebut cocok untuk ditempatkan di dapur apartemen atau rumah yang minimalis. Sementara itu tinggi Bright Gas 12 kg sama dengan elpiji 12 kg, yakni 59 cm dan diameter luar tabung 30 cm.

“Bright Gas 5,5 kg juga memiliki desain yang lebih pendek dan diproduksi secara terbatas. Desain ini lebih sesuai untuk dapur yang lebih minimalis,” jelasnya.

Bright Gas 5,5 kg ini merupakan varian kemasan baru yang melengkapi Bright Gas kemasan 12 kilogram. Brighat Gas 5,5 kg termasuk dalam kategori elpiji umum atau non-subsidi.

Menurut Erika, Bright Gas 5,5 kg memiliki kelebihan dibandingkan elpiji 3 kg. Di antaranya lebih aman, nyaman, dan harga terjangkau. Lebih aman karena memiliki fitur katup ganda yang mengadopsi teknologi double spindle valve system. Fitur keamanan diperkuat dengan hologram optical color switch (ocs) yang telah dipatenkan dan tak dapat dipalsukan.

“Lebih nyaman karena menjadi solusi bagi konsumen keluarga yang butuh gas dengan kemasan lebih ringan dan praktis serta harganya lebih terjangkau bagi konsumen,” katanya.

Sementara untuk gas subsidi 3 kg, kilogram, menurut Erika, tidak ada pengurangan kuota. Tahun 2017 ini kuota gas melon itu masih menunggu dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. “Untuk realisasi elpiji 3 kilogram di Kepri, tahun 2015 sebanyak 39.772 metric ton. Sedangkan tahun 2016 sebesar 42.771 metric ton,” katanya. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *