Forum Pimred Dorong Percepatan Pembangunan di Perbatasan

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Provinsi Kepri mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan. Selama ini, pembangunan dan minimnya fasilitas di kawasan tersebut jarang mendapatkan pemberitaan.

Kepala LKBN Antara Biro Kepri, Evy Ratnawati mencontohkan, banyak daerah di Kepri seperti Natuna, Anambas, Bintan, dan Lingga yang memiliki potensi besar dalam berbagai sektor. Namun minimnya pembangunan dan akses transportasi membuat kekayaan di kawasan tersebut tidak tergali optimal.

“Kalau untuk urusan nasionalisme tidak perlu diragukan, meski wilayah perbatasan masih tertinggal. Namun, peran pemerintah dalam pembangunan harus terus didorong agar mereka mendapatkan hak yang sama,” ujar Evy sebagai salah seorang pembicara dalam seminar Forum Pimred Kepri di Hotel PIH Batam, Selasa 15 Agustus 2017.

Seminar yang mengusung tema Peran Media di Wilayah Perbatasan dalam Membangun Semangat Nasionalisme Guna Mensukseskan Kepentingan Nasional ini diikuti oleh kalangan mahasiswa, siswa, dan pekerja media. Selain Evy, narasumber dalam acara itu adalah Pimred Haluan Kepri Andi, dan doktor ilmu politik alumni Malaysia dari Universitas Riau Pekanbaru Muchid Albintani.

Menurut Evy, dengan banyaknya pemberitaan akan membuat pemerintah pusat lebih memperhatikan daerah perbatasan. Sejumlah daerah perbatasan, seperti Natuna saat ini menjadi prioritas pembangunan oleh pemerintah pusat karena memiliki letak yang strategis demi keutuhan NKRI.
Kemudian wilayah Tambelan Kabupaten Bintan yang memiliki potensi wisata dan banyak tumbuhan serta hewan yang belum diketahui sebelumnya, kini akses transportasinya semakin mudah.

“Hal-hal tersebut salah satunya berasal dari pemberitaan wartawan-wartawan, khususnya di Kepri. Itulah peran media massa dalam mendorong pembangunan di perbatasan,” katanya.

Andi menambahkan, untuk memberitakan wilayah perbatasan harus disokong dengan anggaran operasional yang tidak sedikit. Namun meski dari sisi pendapatan masih jauh dari harapan, kebijakan perusahaan tetap menempatkan wartawannya di daerah perbatasan.

“Kami ingin agar wilayah-wilayah itu juga diperhatikan. Itulah peran kami sebagai media massa di Kepri agar daerah perbatasan juga diperhatikan,” katanya.

Muchid Albintani mendorong pers untuk terus menyuarakan potensi dan perhatian terhadap wilayah perbatasan, meskipun nasionalisme atau pembahasan-pembahasan mengenai perbatasan bersifat abstrak.

“Kesannya diawang-awang, namun harus terus disuarakan. Karena terkadang munculnya rasa nasionalisme itu ketika ada bagian dari NKRI hilang, seperti halnya ketika Pulau Sipadan dan Ligitan jatuh ke Malaysia. Tentunya agar itu tak terjadi lagi, maka perbatasan harus diperhatikan,” katanya. (R01)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *