Hang Nadim Target Pendapatan Rp180 Miliar

Nongsa, BatamEkbiz.Com — Manager Umum Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, perubahan status bandara dari Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) menjadi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) akan berdampak terhadap pendapatan.

Hal ini karena adanya keleluasaan bagi Hang Nadim untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan meningkatkan pendapatan. Tahun ini, Hang Nadim menargetkan pendapatan mencapai Rp180 miliar.

“Target tahun 2015 kita Rp98 miliar, terlampaui. Kita terima Rp149 miliar. Tahun 2016 targetnya Rp180 miliar, kalau kita lihat secara kasat mata, bisa terlampaui. Apalagi kita diberi keleluasaan untuk tarif, itu akan lebih memungkinkan,” kata Suwarso, pekan lalu.

Suwarso menjelaskan, perkembangan bandar udara sangat menjanjikan. Oleh sebab itu, BP Batam mencoba untuk bisa mengelola bandar udara sendiri. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan memungkinkan bahwa yang boleh mengelola bandar udara itu adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), atau badan hukum Indonesia berbentuk perseroan terbatas atau Koperasi.

BP Batam kemudian mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan. Usulan itu direspon dengan turunnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bandara Hang Nadim oleh BP Batam. Pasal 1 Poin (5) PP 65/2014 menyebutkan bahwa Badan Usaha Bandar Udara Kawasan Batam adalah salah satu unit kerja Badan Pengusahaan Batam yang melaksanakan kegiatan pengusahaan di Bandar Udara Hang Nadim.

Menurut Suwarso, penerimaan Hang Nadim sendiri 65 persen didapat dari Passenger Service Charge (PSC) atau tarif layanan penumpang pesawat (airport tax). Untuk tarif airport tax domestik, Hang Nadim mengusulkan naik Rp70 ribu dari sebelumnya Rp30 ribu. Usulan itu baru disetujui menjadi Rp40 ribu dan itu sudah jalan.

“Untuk tarif PSC internasional, kita mengusulkan penyesuaian tarif menjadi Rp200 ribu dari sebelumnya Rp160 ribu. Baru disetujui menjadi Rp170 ribu, naik Rp10 ribu. Itu sudah diterapkan mulai 1 Juli 2016,” ungkapnya.(R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *