Hapus 52.655 pemilih, KPU Batam didemo

Sekupang, BatamEkbiz.Com – Ribuan massa pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) dan pasangan calon Wali Kota Batam Ria Saptarika-Sulistyana (Rialis) mendemo KPU Batam, Kamis (15/10/2015). Mereka menuntut 52.655 pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Batam pada Pilkada 2015 dikembalikan lagi.

KPU Batam awalnya menetapkan DPT Batam pada Pilkada sebanyak 674.052 orang dalam pleno penetapan DPT tingkat Kota Batam di Hotel Amir Jodoh, Sabtu (3/10/2015). Jumlah ini berkurang 26.007 orang dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang mencapai 700.059 orang.

KPU Batam lalu mengkroscek ulang DPT yang telah diplenokan tersebut, alasannya masih bermasalah karena ada pemilih tanpa Nomor Induk Kependudukan (NIK) Batam. Hasilnya, 52.665 pemilih yang tersebar di 10 kecamatan di Batam dicoret. KPU Batam akhirnya menetapkan bahwa DPT sebanyak 621.397 pemilih, versi Sidalih dan mengabaikan hasil pleno DPT dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

KPU Kepri akhirnya mengesahkan DPT Kepri pada Pilkada 2015 sebanyak 1.186.950 pemilih, termasuk 621.397 pemilih yang diyakini oleh KPU Batam. Saksi pasangan calon Soerya Respationo-Ansar Ahmad menolak pengesahan itu, tapi KPU Kepri tak menggubrisnya.

Seorang demonstran, Ernawati mengatakan, penghapusan 52.655 pemilih tersebut dilakukan KPU Batam secara sepihak, tanpa melibatkan Panwaslu maupun masing-masing saksi pasangan calon. “Ada upaya sistematis dan masif yang coba dilakukan oleh Ketua KPU Batam. Tidak ada dasar hukum yang membolehkan KPU menghapusnya,” katanya.

Bentrok antara massa pendemo dengan polisi nyaris terjadi, karena lambatnya komisioner KPU Batam menanggapi tuntutan pendemo. Aksi itu mereda setelah Ketua KPU Batam Agus Setiawan yang dikawal sejumlah polisi bersenjata lengkap bersedia menemui dan menanggapi tuntutan pendemo.

“Tidak ada niatan kami untuk menghapus hak suara saudara sekalian. Ini masih dalam tahapan. Jika ada dari saudara yang belum terdaftar, bisa membawa KTP dan menunjukannya ke TPS tempat saudara berdomisili,” ucap Agus.

Menurut Agus, masih ada kesempatan memperbaikinya. Mulai Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP), DPT, dan jika ada masyarakat yang belum terdaftar, masih bisa masuk DPT Tambahan 1 (DPTT1). “Semua yang kami lakukan ini sesuai dengan tahapan,” katanya.

Setelah menemui massa, Agus kemudian bersedia menerima 10 orang perwakilan pendemo guna mencari solusi terkait penghapusan 52.665 pemilih. Namun pertemuan itu gagal mendapatkan solusi, karena KPU Batam tak bisa memberikan rekapitulasi asli 621.397 pemilih yang ada dalam DPT versi Sidalih tersebut. KPU Batam hanya bersedia memberikan rekapitulasi DPT hasil pleno pada 3 Oktober dengan jumlah pemilih sebanyak 674.052 orang. (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *