Harga Bahan Pangan di Batam Merangkak Naik

Seibeduk, BatamEkbiz.Com — Cuaca buruk membuat harga bahan pangan di Kota Batam, terutama sayuran dan cabe merangkak naik. Selain itu, kenaikan harga juga dipicu momen menjelang Natal, Tahun Baru, dan naiknya Upah Minimum Kota (UMK) 2018.


Kenaikan harga bahan pangan ini sangat dikeluhkan masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga. Mereka merasa terbebani di tengah banyaknya kenaikan selama tahun ini.

“Setahun ini sudah beberapa kali tarif listrik naik, harga beras dan kebutuhan lainnya naik. Sekarang, kenaikan UMK 2018 baru ditetapkan dan akan diterapkan tahun depan, harga barang sudah naik duluan,” keluh Ratna, warga Puri Agung, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Selasa 28 November 2017.

Menurut Ratna, bahan pangan yang mengalami kenaikan antara lain sayur mayur, cabe, dan ikan. Harga cabai merah atau cabai rawit yang biasanya Rp30 ribu naik hingga Rp50 ribu per kilogram.

Begitu juga sayur mayur dan ikan, kenaikannya hampir 100 persen. Bayam misalnya, biasa harganya Rp8 ribu dijual Rp18 ribu per kilogram. Sedangkan kangkung yang biasanya dijual Rp7 ribu naik menjadi Rp15 ribu per kilogram.

Sementara tomat yang biasanya Rp15 ribu juga naik hampir dua kali lipat menjadi Rp29 ribu. Sedangkan telur yang biasanya Rp1.200, kini menjadi Rp1.400 per butir.

“Setiap tahun selalu terulang. Menjelang liburan Natal, Tahun Baru, atau kenaikan upah, selalu didahului dengan kenaikan harga barang. Bagaimana gaji mau cukup kalau disertai dengan kenaikan harga kebutuhan pokok,” kata Ratna. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *