Harmidi Ingin Pedagang Kaki Lima Nyaman Berusaha

Bengkong, BatamEkbiz.Com — Anggota DPRD Batam, Harmidi Umar Husen mengakui makin maraknya pedagang kaki lima di Batam. Hanya saja, selama ini persepsi negatif kerap disematkan kepada kalangan pedagagang kaki lima. Mereka dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat, karena keberadaannya menggunakan badan jalan sebagai tempatnya berdagang.

Namun di sisi lain, keberadaan pedagang kaki lima sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Selain menghidupi keluarganya, mereka juga menciptakan lapangan kerja.
Apalagi dengan tidak seimbangnya antara jumlah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan, akibat banyaknya perusahaan yang tutup, sehingga memicu banyaknya pengangguran di Batam.

“Kenapa pertumbuhan PKL di Batam begitu pesat? Salah satu jawabannya, karena kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan di Batam dan bisa juga sebagai akibat dari kebijakan ekonomi liberal yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi makro dan mengabaikan ekonomi mikro,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Batam ini, Minggu 25 Februari 2018.

Di sisi lain, lanjut Harmidi, peran yang dijalankan sektor informal pedagang kaki lima belum sepenuhnya didukung dan diterima oleh instansi terkait. Pedagang kaki lima masih dipandang sebelah mata, karena dianggap belum berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). Mereka dimarginalkan dalam agenda pembangunan infrastrukur dan terkena dampak buruk dari kebijakan pemerintah.

“Padahal pedagang kaki lima menjadi solusi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, karena menyediakan harga yang lebih murah. Jujur, saya penggemar kuliner kaki lima dan setiap saya kunjungan kerja ke luar daerah, saya makan di kaki lima,” katanya.

Saat ini sejumlah anggota DPRD Batam sedang mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Batam. Mengingat pemerintahan pusat sendiri telah mengeluarkan Perpres 125/2012 dan Permendagri 41/2012 tentang pedoman penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima. Harmidi berharap Ranperda ini nantinya bisa disetujui, supaya dapat mengangkat harkat, derajat, dan martabat pedagang kaki lima.

“Selain itu juga supaya mereka ada payung hukum yang jelas dan tidak selalu dihantui oleh tim terkait, dalam hal ini penggusuran tanpa relokasi,” tegasnya. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *