Harus Ada Solusi Bagi Korban Penggusuran

Batuampar, BatamEkbiz.Com — Tim Terpadu Kota Batam membongkar 58 rumah dan 21 kios liar di kawasan Simpang Melcem, Batuampar, Selasa, 21 Februari 2017. Dengan bantuan alat berat, 79 bangunan di kawasan itu rata dengan tanah dalam sekejap. Pembongkaran berjalan lancar, tanpa ada perlawanan dari warga.

Namun penggusuran itu masih menyisakan sejumlah sorotan terkait nasib korban yang digusur. Sebab Pemko Batam tak menyediakan lahan pengganti, hanya uang sagu hati sebesar Rp5 juta untuk pemilik rumah dan Rp10 juta untuk pemilik kios. Bahkan kabarnya ada kepentingan dari perusahaan sekitar dalam penggusuran itu.

“Harus ada solusi bagi korban penggusuran. Mau tinggal di mana dan bagaimana kehidupan para PKL (pedagang kaki lima) selanjutnya,” kata anggota Komisi I DPRD Batam, Harmidi Umar saat ditemui di lokasi.

Politisi Partai Gerindra ini mengaku akan membawa masalah penggusuran itu dalam rapat di Komisi I DPRD Batam. Tim Terpadu dan pihak terkait akan dihadirkan dalam rapat dengar pendapat tersebut.

“Kami akan memanggil Tim Terpadu ke DPRD untuk membahas masalah penggusuran ini,” katanya.

Kabid Trantibmum Satpol PP Batam, Imam Tohari membantah ada kepentingan perusahaan dalam penggusuran ini. Menurutnya, penggusuran dilakukan karena kawasan itu akan digunakan untuk pelebaran jalan dan pembuatan taman kota.

“Tidak ada perusahaan di balik penggusuran ini. Tapi memang ada bantuan dari perusahaan terkait ganti rugi, karena pemerintah tak punya anggaran. Kami hanya menjembatani saja,” kata mantan Lurah Jodoh itu.

Penggusuran bangunan-bangunan liar di pinggir jalan, lanjut Imam, akan terus dilakukan hingga ke arah Tanjungsengkuang atau Lanal Batam. Penggusuran itu akan dilakukan secara bertahap sampai 2018 mendatang. (R04)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *