Hatanto Paparkan Pencapaian 18 Bulan Pimpin BP Batam

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Menjelang berakhirnya tugas sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro memaparkan sejumlah pencapaian kinerjanya. Hatanto dan keenam pimpinan BP Batam dilantik pada 5 April 2016 dan efektif menjalankan tugas pada 12 April 2016.

“Kurang lebih 18 bulan memimpin BP Batam, kami sudah melakukan banyak hal untuk mengembangkan dan mengembalikan Batam ke cita-cita awal,” katanya saat jumpa pers di Gedung Marketing BP Batam, Rabu 18 Oktober 2017.

Hatanto memaparkan, BP Batam mencatat terjadinya peningkatan ivestasi pada 2016 menjadi USD 462,8 juta dari sebelumnya USD325,6 juta pada 2015. Untuk periode Januari-September 2017, nilai investasi mencapai USD765,7 juta atau meningkat 78 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Sedangkan jumlah proyek sebanyak 61 proyek atau naik 5 persen dibanding periode yang sama tahun 2016.

“Nilai investasi pada sembilan bulan pertama tahun 2017 adalah yang tertinggi sejak 1971. Kalau dilihat dari indikator kinerja utama yang ditetapkan tahun 2017 yaitu USD558,0 juta, maka untuk sembilan bulan pertama 2017 sudah melampaui target,” katanya.

Untuk memacu peningkatan investasi, BP Batam juga telah melakukan percepatan perizinan lewat Izin Investasi 2 Jam (I23J) dan KLIK. Penggunaan I23J sejak diluncurkan September 2016 telah mencapai 13 proyek dengan nilai USD233,3 juta dan saat ini ada 12 proyek yang telah mendaftarkan minatnya dengan nilai USD299,0 juta.

Untuk lalu lintas barang, telah dilakukan penyederhanaan dari manual ke sistem online (SIKMB) yang semula manual selama 14 hari kerja dengan SIKMB sudah bisa dipersingkat menjadi 4 hari kerja dan targetnya one day service. Pelabuhan laut telah dilakukan perombakan organisasi dan SDM, pengurusan di pelabuhan dengan online yang disebut host to host. Telah terjadi kenaikan pendapatan Januari-Agustus 2017 menjadi Rp323 miliar dalam periode yang sama tahun 2016 hanya Rp190 miliar dan tahun 2015 hanya Rp115 miliar. Laba yang diperoleh Rp217 miliar, ini merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai.

“Untuk bandara terjadi peningkatan pendapatan periode delapan bulan pertama menjadi Rp152 miliar, ini juga tertinggi,” ungkap Hatanto.

Di bidang lahan, lanjut Hatanto, BP Batam dapat menyelesaikan dan menertibkan semua administrasi. Sudah sekitar 90 persen data lahan dalam bentuk elektronik, pemetaan dengan sistem GIS, dan perizinan dengan sistem online LMS. Lahan terlantar juga dipetakan dan terdapat 7.220 hektare terlantar, sudah dilakukan tindakan dengan mengeluarkan SP1 sampai SP3, bahkan ada yang dicabut.

Tidak hanya itu saja, untuk rumah sakit BP Batam sedang berjalan pembangunan delapan lantai. RSBP ini juga telah dilengkapi bidang pemeriksaan jantung. Kepegawaian, sejalan dengan peningkatan penerimaan BP Batam telah dinaikkan penerimaan tunjangan pegawai BP Batam sekitar 80 persen.

Untuk daerah tangkapan air, Batam yang hanya mengharapkan tadah hujan, telah ditertibkan pembalakan liar dan telah dibersihkan dari ternak babi liar dan ruli di daerah Dam Duriangkang. Dam Monggak juga telah dibersihkan dari karamba.

“BP Batam juga mendapat penghargaan WTP dari BPK dan ini prestasi yang dilakukan tahun 2017. Selain itu juga dari PPID rangking 6 dari 10 kementerian atau lembaga yang melakukan keterbukaan informasi,” ungkap Hatanto. (suradi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *