Hutan Mangrove Tanjung Piayu Dibabat Jadi Tambak Udang

Batam Ekbiz.Com – Aksi pengrusakan hutan mangrove atau hutan bakau, marak terjadi di beberapa tempat. Salah satunya berada di wilayah RT 01/RW 08 Kampung Bagan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk. Ironisnya, tak jauh dari lokasi tersebut, direncanakan akan ditanam bibit mangrove oleh ibu negara Iriana Joko Widodo (Jokowi).

Anto, warga sekitar kepada batamekbiz.com Senin, 5 Agustus 2019 mengatakan, pengrusakan dengan cara pembabatan hutan mangrove itu terjadi sudah lama. Diperkirakan luas hutan mangrove yang dibabat sudah mencapai 4 hektar. Padahal di kampung tua tersebut, keberadaan hutan mangrove sangat vital karena bermanfaat untuk menjaga agar pantai tak mudah mengalami abrasi dan sebagai mata pencaharian warga sekitar.

Ia menyayangkan tindakan pengusaha yang membabat hutan itu, hanya demi memikirkan usaha atau bisnisnya belaka. Tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. “Sangat ironis, padahal keberadaan mangrove ini dilindungi. Pemerintah tahu itu. Kok sepertinya terbiarkan,” ucapnya.

Dikatakannya, setelah hutan itu dibabat habis, lalu dibuat kolam udang. Beberapa tambak siap untuk dimasuki bibit. “Ada juga kincir angin di tambak itu, sudah dipasang,” tambahnya.

Ironisnya, daerah pembabatan hutan mangrove itu tidak jauh dari lokasi ibu negara Iriana yang akan melakukan penanaman mangrove pada Rabu 7 Agustus 2019 pagi. “Kalo lokasinya (pembabatan mangrove itu) masih termasuk wilayah Tanjungpiayu juga. Dekat dengan lokasi yang akan ditanami mangrove oleh ibu negara di Pancur Pelabuhan. Jaraknya sekitar dua kilometer,” tambah Anto.

Camat Seibeduk, Ghufron yang dikonfirmasi, Selasa 6 Agustus 2019 siang, mengatakan, pihaknya tidak pernah memberikan perizinan terkait aktivitas di hutan mangrove tersebut. “Kalau seperti itu tidak ada (izinnya),” ujarnya.

Terkait aktivitas yang diduga ilegal tersebut, ia berjanji terlebih dahulu akan mengecek ke lokasi. “Nanti saya cek dulu ke lokasi,” ujar Ghufron.(adi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *