Instruksi mendadak, ribuan pemilih tercampak

Seibeduk, BatamEkbiz.Com — Kamis (1/10/2015), sehari menjelang batas akhir penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kota Batam, para Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Batam justru kelimpungan. Malam itu mereka masih berjibaku dengan memilah pemilih tanpa Nomor Induk Kependudukan (NIK) Batam untuk dikeluarkan dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). Nama-nama pemilih tanpa NIK itu, jelas Ketua PPK Seibeduk Richard Sidabutar, masih masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) hasil perbaikan. DPS hasil perbaikan itu sebenarnya sudah kelar dan telah diplenokan menjadi DPT oleh PPK Seibeduk pada Rabu (30/9/2015). Tiba-tiba esok harinya KPU Kota Batam menginstruksikan agar pemilih tanpa NIK Batam dikeluarkan dari DPT. Alasannya, hanya pemilih yang memiliki KTP Batam saja yang berhak menjadi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 di Batam. Instruksi itu membuat PPK kalang kabut. Mereka terpaksa kerja ekstra hingga dini hari untuk memperbaiki DPT, karena pada Jumat (2/10/2015) akan diplenokan di tingkat KPU Kota Batam . “Instruksi yang disampaikan KPU Batam mendadak, sehari menjelang batas akhir penyerahan dan pleno DPT di tingkat Kota Batam. Ini yang kami sayangkan, kenapa tidak dari dulu-dulu, saat proses coklit (pencocokan dan penelitian),” ujar Ketua PPK Seibeduk Richard. Proses pengeluaran nama-nama pemilih tanpa NIK Batam dari DPT memicu protes Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Seibeduk. Pasalnya, DPT itu sudah ditetapkan lewat rapat pleno dan dihadiri semua pihak, termasuk Panwas dan saksi masing-masing calon kepala daerah. Parahnya lagi, instruksi yang disampaikan KPU hanya lewat telepon, tidak secara tertulis. “Kami minta pernyataan tertulis dari KPU Batam yang menginstruksikan PPK mengeluarkan pemilih tanpa NIK Batam untuk bahan laporan ke Panwaslu Batam. Karena tidak selayaknya DPT yang telah ditetapkan lewat pleno diubah lagi. Tapi PPK tak bisa memenuhi, sebab instruksi itu disampaikan KPU Batam secara lisan, lewat telepon,” ujar Ketua Panwaslu Seibeduk Suradi. Ketua KPU Batam Agus Setiawan mengakui telah menginstruksikan kepada PPK untuk mengeluarkan pemilih tanpa NIK Batam. Instruksi itu disampaikan pada Kamis malam. “Saya instruksikan kepada petugas untuk mengeluarkan semua nama pemilih yang tidak memiliki NIK Batam,” ujarnya dalam pleno penetapan DPT tingkat Kota Batam di Hotel Amir, Harbour Bay Jodoh, pada Jumat siang. Ketua Panwaslu Batam Suryadi Prabu mengecam pencoretan nama-nama pemilih yang dilakukan PPK pascapleno. Ia menuding KPU Batam tak profesional dan penetapan DPT melanggar batas akhir jadwal yang telah ditentukan. “Perubahan hasil pleno harus mendapat persetujuan Panwascam dan saksi dari masing-masing pasangan calon. Tapi itu tidak dikerjakan oleh KPU. Ini tidak prosedural,” katanya. Berdasarkan DPS, jumlah pemilih sementara di Batam mencapai 700.059 orang. Jumlah pemilih sementara terbanyak ada di Kecamatan Batam Kota dengan 120.143 orang. Kecamatan Seibeduk adalah satu dari dua kecamatan di Batam yang telah menyelesaikan dan menyerahkan DPT kepada KPU Batam. Jumlah pemilih sementara di Kecamatan Seibeduk mencapai 61.212 orang. Dalam pleno DPT yang dilaksanakan KPU Batam tersebut, hanya Kecamatan Seibeduk dan Lubukbaja yang telah diketahui jumlah pemilih tetapnya. Dari dua kecamatan tersebut, sekitar 15.000 pemilih yang dikeluarkan dari DPT, karena 11.000 pemilih tidak memiliki NIK Batam dan 4.000 selebihnya adalah pemilih ganda. Di Kecamatan Lubukbaja dari 60.468 pemilih sementara yang terdaftar di DPS, setelah disisir ulang tinggal 53.334 pemilih yang bisa masuk DPT. Sebanyak 7.134 pemilih dicoret karena tanpa NIK Batam dan memiliki nama ganda. Sementara 10 kecamatan lainnya gagal diplenokan. Panwaslu merekomendasikan KPU Batam mengembalikan DPT itu ke PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk diplenokan ulang. KPU Batam akhirnya menunda pleno penetapan DPT hingga Sabtu (3/10/2015), menunggu PPK dari 10 kecamatan tersebut selesai mengeluarkan pemilih tanpa NIK Batam dari DPT dan melakukan pleno ulang.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *