Jurado Tegaskan Lahan Baloi Kolam Bukan Kaveling

Batam Center, Batam Ekbiz.Com – Anggota DPRD Batam Jurado Siburian mengatakan bahwa lahan Baloi Kolam bukan kaveling yang bisa diputihkan. Ia meminta Camat dan Lurah untuk memberikan pemahaman kepada warga.

“Kami meminta kepada Camat dan Lurah memberikan pemahaman bahwa lahan tersebut (Baloi Kolam) bukan lahan kaveling yang bisa diputihkan,” ujarnya saat rapat dengar pendapat di Komisi I DPRD Batam, Senin 6 November 2017.

Menurut Jurado, Komisi I DPRD Batam yang membidangi hukum tidak berpihak kepada warga maupun perusahaan. Pihaknya bekerja sesuai dengan undang-undang. Namun sayangnya dalam rapat tersebut, warga Baloi Kolam justru tidak hadir.

“Apapun yang kita bicarakan, sudah dua kali RDP, sudah jelas mengundang kawan-kawan di Baloi Kolam tetapi tidak hadir. Kalau dibilang Komisi 1 tidak pro-rakyat, biarlah. Kita bicara sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi),” katanya.

Jurado menjelaskan, dalam rapat tersebut sebenarnya pihak perusahaan ingin menunjukkan legalitas atas lahan seluas 9,2 hektare di Baloi Kolam yang selama ini dipertanyakan masyarakat.

“Jangan katanya ada, mana buktinya, sampai sejauh mana legalitas, biar masyarakat tahu. Karena jangan sampai informasi di lapangan perusahaan bohong,” jelasnya.

Jurado menyesalkan ketidakhadiran warga Baloi Kolam dalam rapat tersebut. Padahal PT Alfinky Multi Berkat sudah berniat baik dengan memberikan uang sagu hati sebesar Rp7 juta sampai Rp10 juta kepada warga.

“Selama ini surat pemberitahuan yang ditujukan ke warga melalui Lurah tidak pernah sampai ke RT dan warga. Ini perlu dipertanyakan,” katanya.

Selama ini, lanjut Jurado, pihak perusahaan PT. Alfinky Multi Berkat lebih mengesampingkan masalah hukum dan pendekatan persuasif secara kekeluargaan dan sosial. Ia tidak berharap permasalahan Baloi Kolam seperti gunung es yang siap meledak dan menjadi bumerang bagi Batam. (adi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *