KAHMI Batam Gelar Musda 30 April

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Batam akan menggelar musyawarah daerah (Musda) ke V di Aula Kampus Ibnu Sina Batam, Sabtu (30/4/2016). Agenda musda adalah meminta pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, memilih dan menetapkan Majelis Daerah, serta menetapkan program kerja untuk periode lima tahun mendatang .

Panitia Musda Kahmi Batam Arif Agus menjelaskan, musda akan diikuti seluruh anggota KAHMI yang terdaftar dan tinggal di Batam. Anggota KAHMI adalah alumni HMI sesuai dengan AD/ART HMI dan tidak pernah mendapat sanksi organisasi atau dikeluarkan dari keanggotaan HMI.

“Kegiatan dimulai pada pukul 14.00 dan InsyaAllah akan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang juga alumni HMI,” ujarnya, Kamis (28/4/2016).

Sesuai AD/ART, komposisi kepengurusan Majelis Daerah KAHMI dapat berbentuk presidensial atau presidium. Majelis Daerah berbentuk presidensial terdiri dari Ketua Umum, Ketua-Ketua, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Kepala Bidang, dan Direktur Lembaga Otonom.

Sedangkan Majelis Daerah berbentuk presidium terdiri dari lima anggota presidium yang dipimpin seorang Ketua Harian yang ditetapkan secara bergilir. Di antara anggota presidium juga ada Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Kepala Bidang, dan Direktur Lembaga Otonom. Sementara untuk Ketua FORHATI Daerah adalah anggota ex officcio kepengurusan Majelis Daerah.

Menjelang suksesi musda, sejumlah bakal kandidat Ketua Kahmi Batam makin santer disebut. Di antaranya Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Akhirman, mantan Asisten Ombudsman Perwakilan Kepri Amir Machmud, Komisioner Komisi Informasi Publik Kepri Jazuli, anggota Komisi II DPRD Batam Aman, dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersifat independen, kecendikiaan, dan kekeluargaan, pelaksanaan musda diharapkan dapat mengembalikan peran aktif organisasi dalam membangun kehidupan Islami di pelbagai sektor kegiatan publik. Dalam beberapa waktu terakhir, peran aktif KAHMI terkesan memudar, seiring minimnya kerja-kerja organisasi. Bahkan pelaksanaan musda pun terkesan terus diulur sejak setahun lalu.

“Kami tidak ingin kondisi seperti ini kembali terulang. Makanya kami menggesa musda yang seharusnya dilaksanakan sejak tahun lalu tersebut untuk memilih Majelis Daerah yang amanah dalam melaksanakan hasil-hasil musda dan keputusan organisasi lainnya,” kata Arif. (R04)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *