Kantor GoJek dan Taksi Online di Batam Disegel

Pelita, BatamEkbiz.Com — Tim Terpadu yang terdiri dari kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam menyegel kantor GoJek, Grab, dan Uber di Batam, Selasa 3 Oktober 2017. Penyegelan dilakukan karena perusahaan jasa transportasi berbasis online ini tak kunjung memiliki izin operasional di daerah.

“Kami sudah beberapa kali menyurati perusahaan agar segera mengurus izin operasional di Batam. Namun surat itu tak pernah ditanggapi, sehingga kami melakukan penyegelan,” kata Kepala Dishub Batam Yusfa Hendri.

Menurut Yusfa, penyegelan ini akan dilakukan hingga perusahaan jasa transportasi online mengurus izin resmi. Pihaknya juga akan menindaklanjuti penyegelan ini dengan sweeping taksi-taksi online di jalan. Pihaknya akan memberikan sanksi tegas jika taksi-taksi online masih terus beroperasi di Batam.

“Kalau untuk GoJek, kami hanya menutup kantornya saja. Karena belum ada peraturan dari pemerintah yang mengatur tentang angkutan umum roda dua,” katanya.

Yusfa menjelaskan, angkutan berbasis online sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017. Dalam Permenhub tersebut mengatur bahwa penyedia angkutan online harus memiliki izin, bekerja sama dengan badan usaha yang memiliki izin usaha angkutan, atau memiliki izin angkutan sewa khusus.

“Kami paham bahwa masyarakat membutuhkan transportasi yang baik, nyaman, dan murah. Tapi kita juga harus ikut aturan main,” tegasnya.

Pantauan batamekbiz.com di kantor GoJek di Pelita, pinta masuk kantor digembok dan ditempel garis berwarna kuning membentuk huruf X. Pada pintu kaca juga ditempel pemberitahuan larangan jasa transportasi online beroperasi hingga mengurus izin resmi.

Isi pemberitahuan tersebut meliputi, dasar penyegelan UU 3/1982 tentang wajib daftar perusahaan. Kemudian UU 22/2009 tetang lalulintas dan angkutan jalan. Permenhub PM/26/ 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor tidak dalam trayek.

Selain itu juga memperhatikan Surat Kadishub Kota Batam tanggal 30 Mei 2017 tentang menghentikan sementara operasional usaha terhitung mulai tanggal 1 Juni 2017. Surat Kadishub Provinsi Kepri tanggal 6 September 2017 tentang penghentian operasional dan mengangkut penumpang umum.

Beberapa warga Batam kaget dengan penyegelan tersebut. Mereka mengaku tidak mengetahui dan sangat menyayangkan kebijakan Pemko Batam melalui Dinas Perhubungan.

Aleng, warga Tanjungpiayu yang sering berlangganan GoJek mengaku sering memesan makanan dari Nagoya lewat GoJek. Ia merasa terbantu dengan adanya aplikasi transportasi online tersebut.

“Dari Tanjungpiayu yang letaknya jauh dari Nagoya dan pusat perbelanjaan bisa terlayani dengan keberadaan GoJek. Selama ini, kami kalau pesan makanan dari Nagoya diantar sama GoJek. Keberadaan GoJek sangat membantu masyarakat,” jelasnya.

Warga Batam lainnya, Sigit menyesalkan keputusan Pemko Batam menyegel kantor GoJek. Penyegelan ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap mata pencaharian driver GoJek maupun taksi online.

“Kalau satu driver GoJek punya tiga anggota keluarga, sudah berapa orang akan terancam tidak bisa makan. Ditambah dengan kondisi Batam yang lagi lesu pertumbuhan ekonominya, apalagi sekarang mencari pekerjaan sangat sulit. Keberadaan GoJek megurangi pengangguran juga memudahkan masyarakat, khususnya yang tidak mempunyai kendaraan,” katanya.

Menurut Sigit, penyegelan kantor angkutan berbasis online bisa berdampak pada sosial ekonomi anggota mereka dan akan menambah banyaknya pengangguran lagi di Batam. Padahal sekarang sudah era digital dan Indonesia harus maju.

“Jangan konvensional terus, kalau modelnya begini terus, kapan Batam bisa maju,” jelas Sigit.

Pantauan di kantor Gojek yang berada di Pelita , pintu masuk kantor telah dipasangkan segel pemerintah berupa garis polisi satpol PP berwarna kuning menyerupai huruf x.

Sementara itu manajemen GoJek maupun taksi online di Batam enggan dikonfirmasi terkait penyegelan ini. (suradi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *