Kementerian Koperasi Dukung Pengembangan Wisata Batam

Batam Centre, BatamEkbiz.Com – Kementerian Koperasi dan UKM mendukung penuh keinginan Batam untuk memperluas fokus daerah tersebut dari sektor industri ke sektor pariwisata. Pengembangan sektor pariwisata di Batam akan menumbuhkembangkan sektor usaha kecil dan menengah serta koperasi.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Setyowati, dalam acara Koordinasi dan Sosialisasi Program Strategis di Batam, Selasa 23 Mei 2017. “Batam ini sangat strategis. Dengan pengembangan sektor UMKM, saya yakin Batam akan berkembang cepat. Koperasi di Batam juga bertumbuh,” kata Yuana.

Ia menjelaskan, Batam juga memiliki modal sosial yang bagus untuk mengembangkan sektor pariwisata. Daerah tersebut multietnis dan ras yang merupakan daya tarik tersendiri. Karena itu, pengembangan sektor pariwisata oleh Kota Batam hanya penegasan kembali atas apa yang sudah ada sejak lama.

“Batam memiliki banyak potensi. Ada ribuan pulau yang bisa dikembangkan untuk menarik wisatawan. Wisatawan itu tidak bisa datang kalau tidak ada produk unggulan di Batam. Produk unggulan itulah yang menjadi domain UMKM,” tegas Yuana.

Pihaknya siap memberi bantuan apapun yang diminta Batam dalam upaya mengembangkan sektor koperasi dan UMKM di Batam. Karena itu, ia meminta agar sejak dini berkonsentrasi sektor mana saja yang harus diarahkan untuk dikembangkan ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Yuana juga menyinggung UMKM di daerah bencana alam. Selama ini UMKM penerima kredit yang terkena bencana alam hanya mendapat penangguhan pembayaran dalam jangka waktu tertentu.

“Bayangkan beratnya hidup orang saat itu. Sudah terkena bencana, masih harus membayar kreditnya,” katanya.

Hingga saat ini belum ada perlakuan khusus dari pihak perbankan pemberi kredit terhadap pelaku UMKM yang terkena imbas bencana alam. Menurut Yuana, hal ini penting untuk dipikirkan ke depan.

Walikota Batam, Muhamad Rudi mengatakan, selama ini Batam dikenal sebagai kota industri dan dagang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir setidaknya ada 22 perusahan yang gulung tikar dan mengakibatkan pengangguran hingga 200.000 orang.

Batam yang multiras dan etnis, katanya, memiliki berbagai macam persoalan, tidak hanya soal tuntutan gaji buruh yang mengakibatkan pemodal keluar dari Batam. Salah satu cara yang ditempuh Pemko Batam saat ini adalah dengan menggali kembali sektor pariwisata yang sebelumnya tidak banyak digarap. Namun, tantangan menjadikan Batam sebagai destinasi wisata tidak akan mudah.

“Kota Batam ini sudah tidak indah, tidak terawat. Batam ini sudah kotor. Tapi, saya ingin Batam jadi kota destinasi wisata,” tegasnya.

Saat ini pihaknya tengah membenahi berbagai macam sektor pendukung, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, listrik, dan sebagainya. Ia mengatakan perbedaan pendapat dengan pemerintah provinsi adalah hal biasa dalam mengelola daerah. Namun, ia tegaskan kalau dirinya adalah penanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat Batam.

“Saya punya tanggung jawab pada seluruh wilayah Kota Batam. Rakyat saya adalah warga Batam. Yang mendemo saya adalah warga Batam. Tidak ada urusan dengan Gubernur di Provinsi,” tegasnya.

Kepada warganya, Rudi meminta untuk selalu menjaga kebersihan dan kooperatif dalam menjaga ketertiban bersama. Berbagai tempat kumuh di Batam, sesuai janji kampanyenya, akan ditata agar lebih rapi, sehat, dan ramah lingkungan.

“Kami targetkan tahun depan (2018) sebanyak 2,5 juta wisatawan masuk ke Batam,” katanya.

Meski memprioritaskan sektor pariwisata, selama dirinya memerintah sektor industri dan perdagangan tak cuma dijaga, tetapi terus ditingkatkan. Ia yakin dengan pengembangan tiga sektor tersebut, Kota Batam akan lebih berkembang secara terarah ke depannnya. (sumber: www.ekbiznews.id)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *