Ketika Banjir Mengepung Batam

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Pramono (47) bergegas keluar dari mobilnya yang terjebak banjir di depan ruko Arsikon, Batam Centre, Kota Batam. Ia mencari tempat berteduh dari hujan yang mengguyur Batam dari semalam.

“Rencananya saya mau hadiri acara di Nagoya. Tapi karena mobil mogok terjebak banjir, saya tak jadi hadir di acara itu,” kata Pramono seraya mengelap wajahnya dengan sapu tangan, Minggu 20 November 2016.

Sama seperti Pramono, sejumlah pengemudi lain yang kendaraannya terjebak dan macet di tengah jalan memilih berteduh di bawah atap bangunan terdekat. Mereka menunggu hujan reda dan debit air menyusut.

“Pengelolaan drainase sudah tak sesuai lagi dengan kondisi sekarang. Harusnya ada rasionalisasi atau penyesuaian-penyesuaian,” keluh mereka.

Hujan deras yang mengguyur Batam sejak pagi kemarin membuat sejumlah wilayah Batam dilanda banjir. Selain depan kawasan ruko Arsikon, aliran dan genangan air lebih dari setengah meter juga terlihat di kawasan-kawasan lain. Di antaranya Simpang Kabil/Kepri Mal, Greenland hingga Sekolah Yos Sudarso, Perumahan Mitra Raya, Simpang Sincom ke arah Simpang Frangki, depan My Mart, depan Hotel 89 Nagoya, Tiban Kampung, Sagulung, Batuaji, Tembesi, dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Beberapa mobil terjebak di jalanan. Ada yang nekat menerobos banjir, mati mesin dan berhenti di tengah jalan, atau mengurungkan untuk meneruskan perjalanan dan memilih balik kanan menghindari banjir.

Persoalan drainase menjadi pemicu serius banjir di Batam. Sistem drainase yang buruk dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya membuat hujan deras sebentar saja, jalanan tergenang air. Buruknya sistem drainase ini salah satunya disebabkan maraknya pembangunan di Batam yang kurang memperhatikan dampak lingkungan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam, Yumasnur mengungkapkan, saat ini ada 47 titik rawan banjir di Batam. Dari jumlah itu, Pemko Batam baru mampu mengatasi 17 titik rawan banjir. Ia berharap aktivitas pembangunan di Batam tak menambah lagi titik baru banjir.

Mengingat tak sedikit daerah yang semula resapan air, kini sudah dibuka lahannya untuk pembangunan. Meski sudah beralih fungsi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan banjir.

“Misalnya dengan membuat sistem drainase di sekitar lahan atau menambah kolam-kolam penampungan, sehingga saat hujan, air tak serta merta mengalir ke jalan,” katanya.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi Klas I Hang Nadim Batam memprediksi wilayah Batam berpotensi hujan, hingga beberapa hari ke depan. Tingkat kelembapan udara yang tinggi sangat mendukung pertumbuhan banyak awan. Sementara malam hari cenderung berawan.

“Batam berpeluang hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang,” kata Prakirawan BMKG Batam, Adhitya Prakoso. (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *