Konsumen Keluhkan Pembekuan Ojek Online di Batam

Jodoh, BatamEkbiz.Com — Pembekuan ojek online di Batam membuat masyarakat dan konsumen kecewa. Mereka menilai kebijakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam makin menyusahkan masyarakat yang ingin mendapatkan transportasi nyaman dan aman.

“Lebih baik Dishub bereskan dulu maraknya parkir liar yang merugikan konsumen, bukan ojek online yang justru bermanfaat bagi masyarakat,” kata Fachrizal, warga Perumahan Legenda Malaka, Batam Centre, Kamis 1 Juni 2017.

Fachrizal menceritakan, sebelum ojek online hadir di Batam, dia sering kesal saat akan menggunakan jasa ojek. Tak jarang dia harus berdebat dulu dengan pengojek terkait tarif yang dinilainya mahal.

Setelah ada ojek online, Fachrizal tak lagi kesal. Karena tarifnya lebih murah dan transparan.

“Kalau pakai ojek pangkalan, tarif dari Batam Centre ke Jodoh saja bisa Rp25 ribu sekali jalan. Tapi pakai ojek online tak sampai Rp20 ribu, lebih murah dan kadang ada diskon,” katanya.

Fachrizal mengaku bisa menghemat biaya transportasi dengan menggunakan ojek online. Waktunya pun lebih efisien, sebab ojek online bisa menjemput langsung dari rumah, konsumen tak harus jalan kaki dulu ke pangkalan.

“Kami tak menuntut banyak hal, hanya ingin nyaman, aman, dan efisien,” katanya.

Akademisi Kota Batam, Ahmad menilai pembekuan ojek online di Batam tidak tepat. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek yang menjadi dasar pembekuan hanya membahas soal kendaraan roda empat, namun tidak bagi kendaraan roda dua.

“Kalau Permenhub dikaitkan dengan roda dua, itu tidak ada korelasinya,” katanya.

Menurut Ahmad, kemunculan ojek online justru banyak membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat. Selain lebih nyaman dan memudahkan konsumen, juga bisa meminimalisir tindak kejahatan. Karena identitas pengojek mudah diketahui dan rute perjalanan terlacak.

Selama ini, konsumen tidak hanya memanfaatkan ojek online untuk transportasi saja, tapi juga memesan makanan dan mengirim barang. Ini berbeda dengan ojek konvensional, tarifnya sering tidak pas dan kadang muter-muter saaat menuju lokasi tujuan.

“Ojek online sudah menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan transportasi murah, aman, dan nyaman,” katanya. (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *