Lombok dan Kalimantan, Target Pembentukan BPD APVA

Nagoya, BatamEkbiz.Com —  Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA), Amat Tantoso menargetkan untuk membentuk Badan Pengurus Daerah (BPD) APVA Lombok dan Kalimantan. Kedua daerah ini dinilai penting, karena sedang gencar-gencarnya mempromosikan pariwisata.

“Kita akan bantu beberapa daerah untuk membentuk BPD APVA. Karena saat ini baru ada 9 BPD APVA dari 34 provinsi di Indonesia. Saya akan konsolidasi ke daerah-daerah seperti Kalimantan dan Lombok,” katanya di Nagoya, pekan lalu.

Menurut Amat, masih ada beberapa daerah yang belum melengkapi usaha money changer-nya dengan izin resmi. Banyak money changer yang ilegal, karena mungkin mereka tidak mengerti cara mengajukan izin ke Bank Indonesia.

Padahal harusnya, money changer baru bisa melakukan kegiatan usaha setelah mendapatkan izin dari Bank Indonesia. BPP APVA akan konsolidasi ke daerah-daerah dan menyosialisasikan tata cara pengajuan izin tersebut.

“Bagi daerah yang memiliki lebih dari sembilan money changer, kita anjurkan untuk membentuk BPD APVA. Sedangkan daerah yang memiliki kurang dari sembilan money changer, kita dorong untuk membentuk kelompok komisaris dulu,” katanya.

Amat menjelaskan, saat ini ada beberapa program APVA yang sudah dilakuan sejak ia terpilih sebagai Ketua Umum BPP APVA pada Agustus 2016 lalu dalam Munas yang berlangsung di Batam. Di antaranya mengusahakan adanya sekretariat bertempat di Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 12, Pademangan, Jakarta Utara.

“Sekretariat ini berada persis di depan Mangga Dua Square,” pungkasnya. (R04)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *