LSM BPKPPD Kepri Demo Kuota Rokok ke Bea Cukai

Batuampar, BatamEkbiz.Com — LSM Badan Pemantau Pendapatan Pembangunan Daerah (BPKPPD) Kepri menyampaikan aspirasi di depan kantor Bea Cukai Batam, Kamis 7 September 2017. Dalam aksinya mereka menuntut pencopotan Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan (Kabid P2) dan Kasi P2 Bea Cukai Batam.

LSM BPKPPD Kepri juga meminta penangkapan pelaku dan pemilik puluhan ribu HP Xiomi yang diduga milik pengusaha berinisial AH di Batam. Tangkap dan penjarakan mafia rokok yang sangat merugikan Negara karena terbukti berbagai merk rokok noncukai yang diselundupkan keluar dari Batam dan banyak yang sudah tertangkap di Kualatungkal dan daerah lain. Selain itu, mereka juga meminta Bea Cukai Batam membongkar mafia penyelundupan minuman keras oplosan di Batam yang diduga milik pengusaha dari Karimun.

Selain menuntut empat hal tersebut, LSM BPKPPD melihat ada dugaan pihak BC Batam bermain mata dengan para pelaku penyelundupan di Batam selama ini. “Dalam menenangani semua kasus kasus penyelundupan dan yang saya lihat ada indikasi yang kami duga ada unsur main mata dengan para pengemplang dan mafia penyelundup”, seru Edi Susilo dalam orasinya.

Belum lama ini, pihak Kanwil DJBC Khusus Kepri yang berkantor di Karimun menangkap puluhan ribu handphone (hp) yang diduga berasal dari Batam. Dan pihak Kanwil bungkam terkait penangkapan tersebut. Selain itu juga ditegah ratusan ball rokok noncukai yang berasal dari Batam merk Luffman dan H-Mild yang ditangkap Polair Polda Jambi yang diduga berasal dari Batam.

Dari beberapa kasus di atas, menurut LSM BPKPPD Kepri, Batam adalah surganya para penyelundup. Hal ini sangat menimbulkan keprihatinan. Orasi berlangsung hampir satu jam ini akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi. (suradi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *