Lukita Ingin Ekonomi Batam Makin Maju dan Terdepan di Indonesia

Batam Center, BatamEkbiz.Com – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengaku sudah cinta dengan Batam. Dia menginginkan ekonomi Batam makin maju dan terdepan di Indonesia, layaknya posisi Batam yang strategis.

Menurut Lukita, gagasan untuk memajukan Batam sudah dilakukan sejak zaman Habibie di era pemerintahan Soeharto. “Batam sudah maju, tetapi belum maksimal. Batam masih permata biru, sebagai tempat strategis dan pusat ekonomi di Asia Tenggara,” kata Lukita dalam pertemuan bersama pimpinan media cetak dan online di Batam di lantai 3 ruang Balairungsari, Kamis 28 Desember 2017 malam.

Lukita memaparkan, melemahnya ekonomi dunia, terutama migas, sangat mempengaruhi ekonomi Batam. Ekonomi Batam menjadi lesu dan terjadi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan.

“Situasi dualisme kepemimpinan di Batam ibarat kapal dengan nakhoda, sehingga akan sulit jika tidak bekerja sama. Sekarang harus mencari pendorong ekonomi baru,” jelas Lukita.

Menurut Lukita, aset Batam belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama lahan belum bisa produktif. Lahan merupakan aset utama untuk investasi, belasan tahun tidak dimanfaatkan, bandara dengan fasilitas runway dekat pelabuhan juga belum dimanfaatkan maksimal.

“Batam dengan pulau sekitar, seperti Bintan, sangat indah dan cocok untuk pariwisata. Kapasitas negara tetangga bisa kita manfaatkan untuk wisata,” ungkapnya.

Langkah 100 hari, lanjut Lukita, pihaknya berusaha menciptakan optimisme pelaku usaha dan masyarakat bahwa Batam masih hebat. Kemudian menjaga kekompakan dengan stakeholder seperti Pemko dan Provinsi, serta membangun komunikasi yang baik

BP Batam juga menyerahkan aset-aset yang dimilikinya untuk kebutuhan Pemko Batam. “Kami akan serahkan ke Pemko aset pelayanan publik, dokumen kita serahkan ke Menteri Keuangan karena aset yang nilainya Rp10 miliar harus mendapat persetujuan Presiden,” katanya.

Untuk lahan, jelas Lukita, ke depan harus dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi. Banyak lahan bermasalah seperti pecah PL dan sertifikat yang tercantum di BP Batam beda dengan BPN.

“Untuk menyelesaikan itu, kami melihat posisi nama terakhir. Sepanjang punya sertifikat bisa datang ke BP Batam,” katanya.

Sementara untuk lahan tidur, BP Batam akan memanggil pemilik lahan. Tujuannya untuk memastikan, kapan pemilik lahan akan membangun. Jika tidak, maka lahan akan dicabut.

“Yang sudah dicabut oleh pimpinan BP Batam sebelumnya kita panggil kembali, ternyata mau membangun, kita beri termin. Realitas lahan harus dibangun sehingga ada kegiatan ekonomi,” kata Lukita.

Sedangkan masalah lahan dan masalah sosial seperti Baloi Kolam, Sei Gong, Kampung Tua, dan rumah liar akan diselesaikan bersama. BP Batam akan mengajak koordinasi Pemko Batam dan SKPD lain.

Kemudian di sektor pariwisata, dua tahun ke depan BP Batam akan meletakkan pariwisata pada pos yang tinggi di Batam. Untuk mendukung sektor pariwisata, Batam perlu membangun destinasi wisata. Sambil menunggu pembangunan destinasi wisata, BP Batam menggelar sejumlah event.

“Kami keluarkan dana untuk event. Tidak ada uang masuk ke BP Batam, masuknya ke PAD ke pengusaha hotel, restoran. Kami ingin ekonomi Batam bergerak dan investor serta masyarakat melihat Batam masih menarik,” jelas Lukita.

Deputi 5 BP Batam, Bambang Purwanto dalam pembukaan acara pertemuan dengan pimpinan media tersebut menyampaikan, kegiatan ini bisa menjadi kesempatan untuk diskusi. “Komunikasi dengan media tetap kita jaga .Setidaknya ada harus kita cipta, tak zaman lagi kita juga berdiam diri, tidak ada tindakan untuk Batam,” katanya.

Sementara itu Perwakilan media, Putut Ario Tejo dari Batam Pos sangat mengapresiasi kinerja Pimpinan BP Batam di bawah komando Lukita dan jajarannya. Karena dalam waktu singkat sudah bisa membuat kejutan dan gagasan langsung, terutama pariwisata dengan membuat event carnaval. (adi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *