Media Ujung Tombak Program Kependudukan dan KB

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri, Uliantina Meity mengatakan, media massa merupakan ujung ombak sosialisasi program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

“Menurut survei, media massa menjadi sarana efektif untuk sosialisasi program BKKBN. Jadi kami ingin media massa yang ada di Kepri ini turut mendukung dalam mensukseskan program BKKBN melalui pemberitaan,” katanya di Batam Centre, Selasa 30 Mei 2017.

Ia mengatakan, Provinsi Kepri memiliki lebih dari 2.200 pulau yang terbagi dalam tujuh kota dan kabupaten. Sementara petugas BKKBN hanya 23 orang.

“Tidak mungkin petugas kami bisa mendatangi setiap pulau untuk sosialisasi. Jadi dengan pemberitaan yang masif akan mampu memberikan pemahaman bagi masyarakat mengenai program KKBPK ini,” kata Meity.

Meity mengatakan, perlu peranan berbagai pihak untuk mensukseskan program BKKBN yang bertujuan mensejahterakan masyarakat. “Berbagai program seperti Kampung KB, pemilihan duta generasi berencana (Genre), sosialisasi pada berbagai kalangan sudah kami lakukan. Namun itu tidak akan maksimal jika tidak ada media massa yang memberitakannya,” kata dia.

Ia mengakui, pada banyak pulau masyarakat belum menerima informasi mengenai pogram BKKBN, sehingga rata-rata masih tidak ikut KB.

“Karena masih minimnya informasi mengenai program keluarga berencana pada masyarakat Kepri, saat ini angka kelahiran di Kepri rata-rata tiga anak dalam satu keluarga,” kata Meity.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Peovinsi Kepri, Guntur Sakti mengatakan, selain menggunakan media massa, BKKBN juga perlu menggunakan berbagai media sosial sebagai sarana sosialisasi program pengendalian penduduk. “Saat ini media sosial memiliki peran yang luar biasa dalam penyebaran informasi. Jadi selain media massa yang memiliki pembaca dan pemirsa tersendiri, juga perlu sosialisasi melalui media sosial,” kata Guntur.

Ia mengakui saat ini masyarakat Kepri yang menghuni pulau-pulau jauh dari kota masih banyak yang kesulitan mendapatkan akses telekomunikasi dan informasi. “Itu PR kami. Kami akan segera tuntaskan agar semua wilayah mendapat akses telekomunikasi dan informasi sebagai salah satu upaya mendukung program pemerintah,” kata dia.

Ia mengatakan, struktur penduduk Kepri didominasi oleh pasangan usia subur yang hampir semua mengakses informasi melalui telepon gengam. “Sehingga jaringan komunikasi mutlak ada agar informasi tersebut bisa mengalir secara lancar ke seluruh lapisan masyarakat,” kata Guntur.

Guntur juga menyarankan selain pemberitaan yang masif melalui media massa dan media sosial, BKKBN juga menunjuk ikon baik kepala daerah ataupun kepala kepolisian, atau TNI agar program ini semakin tersosialisasikan dengan baik.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *