Menggagas Pasar Syariah di Batam

Mukakuning, BatamEkbiz.Com — Sebagai negara muslim terbesar di dunia, pasar produk-produk syariah di Indonesia sangat luas. Begitu juga di Batam atau Provinsi Kepri yang identik dengan budaya Melayu dengan nilai-nilai Islami yang melekat. Sejumlah produk syariah, seperti perbankan, asuransi, hingga pasar modal syariah terus berkembang dan kian diminati di Batam.

Kini penerapan produk-produk syariah kian melebar dengan adanya wacana pembangunan pasar syariah di Batam. Wacana ini pernah diungkapkan Ketua Yayasan Masjid Jabal Arafah, Asman Abnur saat memberikan materi dalam Kajian Enterpreneur bertemakan “Kiat Sukses Mengelola Usaha Kecil” di Masjid Nurul Islam Mukakuning, Batam, beberapa waktu lalu.

“Saya memiliki rencana untuk membangun pasar syariah di Batam, yang pengelolaan pasarnya menerapkan konsep Islami. Diantaranya kebersihan harus terjaga, tidak menjual barang haram, tidak boleh mengambil keuntungan yang terlalu tinggi dan tidak memonopoli serta harus mengeluarkan zakat,” ujar Asman.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) ini, jika pembangunan pasar syariah ini bisa direalisasikan, akan menguntungkan semua stakeholder di sebuah pasar, terutama umat Islam. Karena masyarakat yang akan melakukan transaksi pembelian di pasar syariah nantinya, tidak dibatasi hanya untuk yang beragama Islam, namun terbuka untuk seluruh umat beragama.

Potensi pasar syariah diprediksi tetap bisa bertahan, ditengah banyaknya supermarket, mall dan pasar modern yang menjamur di Batam. Meski perkembangannya relatif baru, namun seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah dan adanya peningkatan kualitas pelayanan, maka pasar syariah bisa mengalami pertumbuhan yang pesat.

“Jika pasar syariah ini terwujud, maka umat Islam di Batam akan memiliki ikon pengelolaan ekonomi yang berkonsep Islami,” ujar Asman.

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Sina Batam, Abdullah Idris sangat mendukung wacana pembangunan pasar syariah di Kota Batam. Selain karena belum ada, hadirnya pasar syariah yang dikelola secara profesional akan menjadi nilai positif bagi umat Islam dari aspek ekonomi.

“Selama ini kesannya, umat Islam hanya memperhatikan aspek ibadah dan masjid saja. Padahal Islam mengatur segala aspek kehidupan, termasuk aspek ekonomi atau perniagaan,” ujarnya.

Menurut Abdullah, menggagas hadirnya pasar syariah di Kota Batam harus direncanakan secara serius. Terutama dalam hal profesionalitas pengelolaan pasar, sinergi dengan pihak-pihak terakit, hingga harga yang kompetitif.

“Masyarakat perlu harga yang murah, ditengah rendahnya daya beli dan sejumlah barang yang rentan naik akibat perubahan kurs dolar,” imbuhnya.

Sementara mantan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Batam, Doni Irawan menjelaskan, secara normatif mekanisme pasar syariah ada empat. Yakni pasar barang dan jasa, pasar tenaga kerja, pasar lahan atau tanah, dan pasar keuangan yang semuanya harus berlandaskan syariah.

“Faktanya, masih jauh dari harapan,” ujarnya. (R02)




One thought on “Menggagas Pasar Syariah di Batam

  1. Hasyimi Tanjung

    Ass.WW
    .Saya salah seorang praktisi dibidang hukum bisnis syariah sangat mendukung adanya gagasan dipropinsi bapak ingin membuat pasar dengan menerapkan ketentuan hukum syariah sebagai pedoman dalam bertransaksi.Sebagaimana kita ketahui prinsip syariah yang berlaku dalam bertransaksi di di berbagai daerah saatini,baru sebatasmenggunakan istilah, pelaksanaannya belum sesuai dengan prinsip dasar hukum syariah itu sendiri. Saya salah seorang yang mendalami hukum syariah secara akademik, dengan disertasi yang mengkaji pelaksanaan hukum syariah di Indonesia bersedia ikut ambil bagian dengan rencana ini bila dibutuhkan. saya sekarang tinggal di jogja telp 081328318257 atau r.0274-380329.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *