Nilai Ekspor Kepri 2017 Naik Rp15,48 Miliar

Tanjungpinang, BatamEkbiz.Com — Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kepri Januari-Desember 2017 mencapai USD12.194,76 juta. Dibanding periode yang sama tahun lalu dengan USD11.030,42 juta, nilai ekspor kumulatif ini naik 10,56 persen atau USD1.164 juta (Rp15,48 miliar). Naiknya nilai ekspor Januari-Desember 2017 disebabkan oleh naiknya ekspor kumulatif migas sebesar 60,25 persen.

Dibanding ekspor November 2017, nilai ekspor Kepri pada Desember 2017 sebesar USD 1.014,52 juta turun 1,36 persen. Nilai ekspor itu disumbang dari migas dengan USD320,94 juta.

Ekspor Kepri ke Singapura pada Desember 2017 mencapai nilai terbesar yaitu USD457,92 juta. Sedangkan secara kumulatif Januari-Desember 2017 mencapai sebesar USD6.316,92 juta dengan kontribusi mencapai 51,80 persen.

Nilai ekspor Kepri pada Januari-Desember 2017 ini terbesar melalui Pelabuhan Batuampar, mencapai USD3.438,70 juta. Diikuti Pelabuhan Sekupang dengan nilai ekspor USD2.095,01 juta, Pelabuhan Kabil/Panau USD1.772,01 juta, dan Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dengan USD1.342,47 juta. Kontribusi kelima pelabuhan terhadap kumulatif ekspor Januari-Desember 2017 itu mencapai 86,16 persen.

Sementara itu nilai ekspor Indonesia pada Desember 2017 mencapai 14,79 miliar dollar AS atau turun 3,45 persen dibanding ekspor November 2017. Sedangkan dibanding Desember 2016 meningkat 6,93 persen.

“Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2017 mencapai 168,73 miliar dollar AS atau meningkat 16,22 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai 152,99 miliar atau meningkat 15,83 persen,” kata Kepala BPS Dr. Suhariyanto dalam keterangan pers, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin 15 Januari 2018.

Adapun nilai impor sepanjang Desember 2017, menurut Kepala BPS, tercatat 15,061,2 miliar dollar AS atau turun sebesar 43,7 juta dollar AS (0,29 persen) dibanding November 2017.

Sementara dilihat dari nilai impor kumulatif Januari–Desember 2017, menurut Kepala BPS Suhariyanto, tercatat sebesar 156,893,0 miliar dollar AS atau meningkat 15,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, sepanjang 2017 terjadi surplus neraca perdagangan sebesar 11,84 miliar dollar AS.

“Tahun 2017 kita mengalami surplus yang jauh lebih tinggi dibandingkan 2016. Surplus pada 2017 sebesar 11,84 miliar dollar,” kata Suhariyanto.

Ia menyebutkan, peningkatan terjadi pada impor migas dan non migas masing-masing 5,567 miliar dollar AS (29,71 persen) dan 15,672,4 miliar dollar AS (13,41 persen). Peningkatan impor migas, lanjut Suhariyanto, disebabkan oleh naiknya impor minyak mentah 329,2 juta dollar AS (4,89 persen), hasil minyak 4,183,5 miliar dollar AS (40,46 persen), dan gas 1,055 miliar dollar AS (63,22 persen).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *