Norwegia bantu penanganan dampak perubahan iklim di Indonesia

Jakarta, BatamEkbiz.Com — Kerajaan Norwegia merupakan salah satu negara yang memiliki komitmen tinggi dalam mengatasi perubahan iklim di dunia. Diantara komitmennya, Norwegia menjalin kesepakatan senilai AS$1 miliar dalam program untuk memangkas emisi gas rumah kaca dengan pemerintah Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi perhatian dunia dalam perlindungan hutan alam. Pengurangan emisi gas rumah kaca akibat penggundulan hutan di Indonesia, menjadi komitmen Indonesia dalam menyelamatkan lingkungan, dengan target 26 persen pada 2020 tanpa bantuan luar negeri. Namun dengan bantuan luar negeri, Indonesia menargetkan pengurangan emisi mencapai 41 persen.

First Secretary, Political and Trade Affairs Kedutaan Besar Norwegia, Kristian Jul Rosjo mengatakan, penanganan dampak perubahan iklim di Indonesia dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Termasuk kalangan pers melalui Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dengan programnya Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim (MPI).

“Norwegia sangat terbuka dalam melibatkan peran penanganan perubahan iklim, termasuk dengan pers. Semoga sukses dengan workshopnya,” ujar Kristian saat membuka Travel Fellowship di Gedung Dewan Pers Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Ketua Tim Operasional BP REDD+, William Sabandar mengatakan, perhatian luar negeri dalam penanganan perubahan iklim di Indonesia harus mendapat dukungan semua pihak. Termasuk pemerintah pusat dan daerah melalui kebijakan-kebijakannya, pengusaha, dan elemen masyarakat untuk turut menjaga dan mempertahankan hutan.

“Yang terjadi sekarang, banyak hutan rakyat yang izinnya dimiliki perusahaan. Tata kelola lahan oleh pemerintah masih rendah, banyak izin yang harus direview (ditinjau ulang),” ujar William. (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *