Ospek STT Ibnu Sina, komitmen tanpa plonco

Lubukbaja, BatamEkbiz.Com — Sebanyak 260 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknik (STT) Ibnu Sina Batam mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) tahun akademik 2014/2015. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat dan berakhir pada Minggu (5-7/9).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT Ibnu Sina, Adri Wislawawan mengatakan, dalam Ospek kali ini, panitia komitmen untuk tidak melakukan bentuk-bentuk perpeloncoan terhadap mahasiswa baru. Orientasi lebih ditekankan untuk membimbing mahasiswa baru lebih mengenal kehidupan kampus dan menanamkan rasa kebersamaan di antara mahasiswa.

“Sekarang sudah tidak zamannya lagi aksi-aksi plonco bagi mahasiswa baru. Kami lebih menekankan mahasiswa baru untuk lebih mendalami kehidupan kampus, mulai dari sejarah sampai tata cara birokrasinya,” ujarnya, kemarin.

Adri menjelaskan, pendalaman kehidupan kampus dan tata cara birokrasinya disampaikan oleh para dosen dan pimpinan STT Ibnu Sina. Seperti materi mengenai sejarah STT Ibnu Sina, pemahaman tentang kurikulum dan akademik, rencana studi, hingga tri dharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Sebagai kaum intelektual, mahasiswa harus meningkatkan kualitas diri melalui ilmu yang dipelajari selama kuliah di kampus, sesuai dengan bidang keilmuan yang diteluti. Mahasiswa dan pendidikan merupakan satu kesatuan, sehingga saat melakukan aktivitas dalam hidupnya selalu didasari pertimbangan rasional.

Ilmu yang didapatkan selama pendidikan di perguruan tinggi, merupakan bekal dalam penerapan nantinya di masyarakat. Diantaranya melalui langkah ilmiah dan akademis, seperti riset dan penelitian, bagi kemajuan kualitas kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, mahasiswa juga harus mampu berperan sebagai penghubung atau menjembatani antara masyarakat dan pemerintah. Yakni dengan jernih mampu menyuarakan kepentingan dan aspirasi yang ada di masyarakat.

“Kami ingin ke depan, mahasiswa tidak hanya masuk, duduk, dan pulang. Namun ada aktivitas yang dilakukan dalam rangka mengembangkan pola pikir kritis terhadap persoalan yang ada di tengah masyarakat dan mengkajinya secara keilmuan,” ujarnya.

Untuk mengembangkan pola pikir kritis mahasiswa, lanjut Ardi, panitia menghadirkan sejumlah elemen pergerakan mahasiswa, seperti Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batam, Andre Fitriyanto untuk menyampaikan materi. Selain itu panitia ospek juga menghadirkan Anggota DPRD Kepri Surya Makmur Nasution yang menyampaikan materi tentang Wawasan Kemahasiswaan dan Keindonesiaan.

Seluruh materi dan rangkaian ospek diselenggarakan secara indoor (dalam ruangan) maupun outdoor (luar ruangan). Penyelenggaraan ospek di outdoor dilakukan untuk membangun soliditas, kekompakan dan kebersamaan di kalangan mahasiswa.

“Untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, mahasiswa baru juga melaksanakan gotong royong untuk membersihkan sampah di lingkungan sekitar,” jelasnya. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *