Pariwisata Bisa Bangkitkan Ekonomi Batam

Batam Center, BatamEkbiz.Com – Batam belum menggarap sektor pariwisata dengan optimal, meski pemerintah sudah membebaskan visa kunjungan wisatawan di 169 negara. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Sri Adiningsih dalam seminar dan talkshow yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung Kepri di Hotel Harris Batam Centre, Kamis 12 Oktober 2017.

“Pengusaha Batam tidak perlu mempertanyakan pemerintah pusat mengenai ekonomi Batam ke depan, karena Batam sudah menjadi prioritas dengan munculnya 16 paket kebijakan ekonomi. Batam belum mengembangkan kota pariwisata dengan baik,sehingga perekonomian mengalami penurunan,” katanya.

Menurut Sri, Batam masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia, meski perannya melemah. Pemerintah pusat sudah memberikan 16 paket kebijakan ekonomi dan bebas visa untuk 169 negara dalam meningkatkan kunjungan wisata. Paket kebijakan ekonomi itu untuk mengatasi hambatan dalam proses perizinan, termasuk penerapan perizinan pada kawasan kawasan ekonomi khusus (KEK), free trade zone (FTZ), industri, dan pariwisata.

“Selama ini Batam ditopang oleh kawasan industri. Ketika banyak investor hengkang, perekonomian Batam melemah,” katanya.

Talkshow itu mengangkat tema Solusi Membangkitkan Kembali Batam Menjadi Motor Ekonomi Nasional. Selain Sri Adiningsih, narasumber yang hadir adalah Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Deputi Bidang Pengembangan Regional BAPPENAS, dan Chairman Jababeka Group.

Ketua Panitia Seminar Ikatan Alumni ITB Kepi, Wirya Putra Silalahi menyampaikan bahwa talkshow ini diselenggarakan untuk membahas kemerosotan ekonomi Batam dalam dua tahun terakhir.

“Tingkat pertumbuhan ekonomi nomor dua terburuk secara nasional. Dulu Batam merupakan motor ekonomi dan sekarang menjadi beban ekonomi nasional,” jelasnya.

Pada semester I tahun 2017, Provinsi Kepri mengalami pertumbuhan ekonomi hanya 1.52 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut nomor dua terendah dari provinsi yang ada di Indonesia.

“Satu dekade ke depan ada tiga pilihan guna membangkitkan ekonomi Batam, di antaranya membuat pelabuhan “transhipment”, basis industri digital, dan menambah dua juta wisatawan mancanegara dengan menjadikan Batam kota wisata utama di bagian barat Indonesia,”jelasnya.

Wirya berharap Pemprov Kepri, Pemko Batam, dan BP Batam bisa bersatu dalam meningkatkan kota pariwisata. (mas/Adi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *