Parkir di Alfamart dan Indomaret Batam Tak Lagi Gratis

Penuin, BatamEkbiz.Com — Parkir di Alfamart dan Indomaret di Batam tak lagi gratis. Tim terpadu mencabut plang parkir gratis di semua gerai Alfamart dan Indomaret.

Toko retail tersebut selama ini membebaskan parkir bagi pengunjung karena telah membayar retribusi ke pemerintah. Namun kini retribusi tersebut sudah tidak dibayarkan lagi. Sehingga ke depan pengunjung kedua gerai akan dikenai retribusi parkir langsung.

“Kami akan tempatkan juru parkir di situ. Kita akan lengkapi mereka dengan seragam dan ID card (kartu tanda pengenal),” ujar Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Batam, Tongam Regianto dalam razia juru parkir liar dan kendaraan yang parkir sembarangan di beberapa titik Kota Batam, Selasa 26 September 2017.

Razia itu dilakukan tim terpadu, terdiri dari Dinas Perhubungan, personel Satpol PP Batam, serta dibantu aparat TNI dan Polisi. Adapun titik yang dirazia antara lain Pasar Penuin Baloi, kawasan bisnis Nagoya, Tiban Sekupang, hingga ke Telagapunggur Nongsa.

Menurut Tongam, razia ini terkait dengan pengawasan dan penertiban juru parkir yang tidak memenuhi ketentuan. “Misalnya mereka tidak menyetor, tidak mengenakan atribut parkir, dan masalah lainnya,” kata Tongam.

Pada razia dan penertiban ini, tim mengamankan sembilan juru parkir ilegal. Mereka kemudian diangkut pakai mobil polisi dan dibawa ke Kantor Dinas Perhubungan untuk dilakukan pendataan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan razia dilakukan karena ada indikasi beredarnya karcis parkir palsu. Selain itu juga ada karcis lama yang digunakan kembali. Serta banyaknya juru parkir yang tidak terdata di Dinas Perhubungan.

“Ini bagian dari pengawasan. Kita juga mengingatkan masyarakat untuk meminta karcis parkir ke petugas,” kata Yusfa.

Sementara itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi yang meninjau proses penertiban berpesan agar masyarakat parkir pada tempatnya. Hal ini penting guna menjaga kenyamanan dan ketertiban di Kota Batam.

“Ada dua poin tentang parkir ini. Pertama, tukang pungut harus betul orangnya. Kedua, masyarakat harus parkir pada tempatnya. Sehingga kota rapi. Dan Dishub harus buat regulasi. Tempat parkir harus disiapkan, dibuat markanya,” pesan Rudi. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *