Pekerja Oil dan Gas Batam dukung Sanur antisipasi MEA

Bengkong, BatamEkbiz.Com – Forum Komunikasi Pekerja Oil dan Gas (FKP-OG) Kota Batam optimistis dengan kemampuan Calon Gubernur Kepri Muhammad Sani dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi pekerja. Salah satunya terkait persaingan tenaga kerja saat pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun ini.

“Kami yakin Pak Sani mampu memberikan solusi bagi pekerja, karena ke depan tenaga kerja asing akan semakin banyak di Batam,” kata Pembina FKP-OG Batam Zulkifli Ismail di Seipanas, Rabu (9/9/2015) malam.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan FKP-OG Batam untuk menyerahkan dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Muhammad Sani-Nurdin Basirun (Sanur). Menurut Zulkifli, dukungan ini bukan tanpa pertimbangan, mereka menilai Sani memiliki lebih banyak pengalaman.

“Kami sebagai pekerja lokal harus punya andil, bukan hanya menjadi penonton di MEA,” katanya.

Ketua FKP-OG Batam Suhendra mengatakan, pemberlakuan MEA akan membuat persaingan makin ketat. Tak hanya berlaku pada produk yang dihasilkan, tapi juga tenaga kerja yang terlibat di dalamnya.

Sementara dari sekitar 5.000 sampai 6.000 pekerja di perusahaan minyak dan gas, hanya beberapa persen saja yang memiliki sertifikasi, baik nasional maupun internasional. Kondisi ini menurut Suhendra sangat membahayakan bagi masa depan pekerja Batam yang sebenarnya memiliki kemampuan, namun tidak memiliki sertifikasi.

“Sebelum kami betul-betul jadi penonton, kami berharap ada solusi yang diberikan. Kami yakin Pak Sani punya visi-misi mengenai itu dan kami sangat ingin memenangkan Pak Sani di Pilkada nanti,” kata Suhendra.

Kerisauan para pekerja ini disambut baik oleh Sani. “Belum lama ini saya juga bertemu dengan pekerja di KSPSI. Mereka juga menyampaikan harapan yang sama, berharap adanya sertifikasi,” ujar Sani mengawali pembicaraan.

Menurutnya, selama kepemimpinannya, pembangunan Provinsi Kepri, khususnya di Batam sudah berjalan baik, sehingga perlu ditingkatkan. Sani mengamini jika sertfikasi merupakan hal yang mutlak bagi pekerja agar bisa bersaing.

“Tak bisa disangkal lagi. Yang menjadi prioritas untuk dilakukan ke depan adalah bagaimana mempersiapkan diri. Saya sangat menyambut baik hal ini,” tegas Sani.

Menurut Sani, pada 2015 saat masih menjabat Gubernur Kepri, ia telah memprogramkan peningkatan kemampuan serta sertifikasi bagi pekerja. Sayangnya, program itu tak bisa direalisasikan karena terjadinya defisit anggaran di APBD Kepri yang mencapai sekitar Rp800 miliar.

“Ini akan menjadi prioritas saya jika nanti kembali terpilih menjadi gubernur,” janjinya.

Prioritas peningkatan kemampuan tenaga kerja, lanjut Sani, diharapkan tak hanya menambah pekerja dari segi kuantitas, tapi juga meningkat secara kualitas.

“Kemajuan Batam tergantung dari berapa besar investasi yang masuk. Yang terpenting adalah bagaimana investasi meningkat dan para pekerja juga memiliki peran dalam menjaga situasi kondusif,” pungkasnya. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *