Pelantikan DPRD Batam, saatnya realisasikan janji

Batamkota, BatamEkbiz.Com — Sebanyak 50 Anggota DPRD Batam bakal dilantik pada 29 Agustus 2014. Terdapat penambahan lima Anggota DPRD Batam periode 2014-2019, dari sebelumnya 45 orang menjadi 50 orang.

Sementara untuk jumlah komisi, dipastikan tetap empat komisi. Sedangkan untuk jumlah fraksi, kemungkinan akan berubah komposisi.

Sebelumnya Sekretaris DPRD Batam Marzuki mengatakan, komisi merupakan salah satu alat kelengkapan dewan,  mengacu pada undang-undang nomor 27 tahun 2009. Alat kelengkapan dewan lainnya adalah pimpinan, badan musyawarah, badan legislasi daerah, badan anggaran, badan kehormatan, dan alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna.

“Jumlah komisi tetap empat, sedangkan setiap fraksi beranggotakan paling sedikit sama dengan jumlah komisi, yaitu empat orang,” katanya.

Marzuki menjelaskan, fraksi dibentuk sebagai wadah berhimpun Anggota DPRD untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang serta hak dan kewajiban Anggota DPRD. Setiap anggota DPRD harus menjadi anggota salah satu fraksi.

Partai politik yang jumlah anggotanya di DPRD Batam mencapai empat orang atau lebih, dapat membentuk satu fraksi. Namun jika jumlah anggotanya tidak memenuhi, anggotanya dapat bergabung dengan fraksi yang ada atau membentuk fraksi gabungan.

“Komisi dibentuk dengan ketentuan, untuk DPRD kota yang beranggotakan lebih dari 35 orang, membentuk empat komisi,” katanya.

Mengacu pada keputusan KPU Provinsi Kepri untuk perolehan kursi, terdapat delapan partai politik yang bisa membentuk fraksi sendiri. Yakni fraksi PDIP dengan 8 kursi, Partai Golkar 7 kursi, Partai Gerindra 6 kursi, Partai Demokrat 5 kursi, PAN 5 kursi, Partai Nasdem 4 kursi, PKS 4 kursi, dan Partai Hanura 4 kursi telah bergabung dengan PKB yang memiliki 3 kursi. Parpol lainnya yang nantinya akan bergabung dalam fraksi gabungan adalah PPP 3 kursi dan PKPI 1 kursi.

Sementara untuk pimpinan DPRD yang beranggotakan 45-50 anggota, maka unsur pimpinan akan terdiri atas satu ketua dan tiga wakil ketua. Pimpinan DPRD Batam diambil dari partai pemilik suara terbanyak. Jika ada lebih satu partai memiliki kursi yang sama, maka ditentukan berdasarkan penyebaran wilayah perolehan suara.

Sementara itu kalangan mahasiswa Batam mengingatkan bagi Anggota DPRD Batam yang dilantik untuk dapat merealisasikan janji-janjinya selama kampanye. Sebab rakyat sangat berharap besar terhadap para wakil mereka yang terpilih, untuk mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kami mengingatkan para anggota DPRD Batam yang akan dilantik untuk memegang teguh amanah rakyat. Mereka wajib merealisasikan janji-janji politiknya pada saat kampanye lalu,” ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT Ibnu Sina Batam, Adri Wislawawan.

Adri berharap kinerja buruk Anggota DPRD Batam periode lima tahun sebelumnya, 2009-2014 tidak terulang lagi di periode lima tahun ke depan. Diantaranya fungsi pengawasan yang tidak maksimal, disiplin dan etika yang bobrok, serta moralitas nurani anggota dewan yang rendah.

Fungsi pengawasan DPRD Batam masih belum maksimal, terutama dalam mengawasi kinerja eksekutif, Pemko Batam maupun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menjadi mitra kerjanya. Masih banyak proyek-proyek pemerintah yang tidak sesuai spesifikasi ataupun tidak selesai tepat pada waktunya, seperti pembangunan gedung sekolah. Bahkan pembangunan ruang alat kelengkapan DPRD Batam senilai Rp3,1 miliar yang dikerjakan oleh CV Deva Karya, sampai kini belum selesai.

Begitupun dengan disiplin dan etika, juga masih terdapat Anggota DPRD Batam yang tidak taat. Masih banyak kunjungan kerja yang tidak efektif, tanpa pertanggungjawaban hasilnya. Tingkat kehadiran Anggota DPRD Batam sangat minim, terlihat dalam beberapa kali rapat harus mundur karena tidak kuorum.

“Kami juga masih menjumpai Pimpinan maupun Anggota DPRD Batam merokok saat rapat paripurna. Ini sangat disayangkan, karena seharusnya merekalah yang menjaga martabatnya terlebih dahulu,” ujarnya.

Ketua Komisi I DPRD Batam, Nuryanto mengakui masih adanya kekurangan dalam kinerja Anggota DPRD Batam periode sebelumnya. Ia berharap kekurangan-kekurangan itu bisa diperbaiki lagi ke depan, untuk meningkatkan kualitas dan kinerja dewan.

“Sudah menjadi tujuan kita bersama sebagai wakil rakyat terpilih untuk menjaga lembaga yang terhormat. Kami semua secara moral berkewajiban menjaga lembaga ini. Harus ada kesadaran bersama,” ujarnya.

Fungsi DPRD Batam

– Legislasi
– Anggaran
– Pengawasan

Anggota DPRD Batam

PDIP
1.    Nuryanto
2.    Udin P Sihaloho
3.    Rekaveny
4.    Ganda Tiur Marice Simorangkir (61) – Tertua
5.    Tumbur M Sihaloho
6.    Dandis Rajagukguk
7.    Sugito dari PDI Perjuangan
8.    Budi Mardiyanto

Partai Golkar
1.    Zainal Abidin
2.    Muhamad Yunus Muda
3.    Ruslan
4.    Ides Madri
5.    Hendra Asman    (30) – Termuda
6.    Ruslan M Ali Wasyim
7.    Djoko Mulyono

Partai Gerindra
1.     Iman Sutiawan
2.     Harmidi
3.     Nyanyang Haris
4.     Werton Panggabean
5.     Mulia Rindo Purba
6.    Marlon Brando Siahaan

Partai Demokrat
1.     Helmi Hemilton
2.    Mesrawati Tampubolon
3.    Muhammad Yunus, S.Pi
4.    Sumali
5.    Tengku Hamzah Husen

PAN
1.    Yudi Kurnain
2.    Edward Brando
3.    Nono Hadi Siswanto
4.    Safari Ramadhan
5.    Firman Ucok Tambusai

Partai Nasdem
1.    Suardi Taherek
2.    Sallon Simatupang
3.    Lik Khai
4.    Amintas Tambunan

Partai Hanura
1.    Bustamin
2.    Muhammad Musofa
3.    Uba Ingan Sigalingging
4.    Bobby Alexander Siregar

PKS
1.    Riki Indrakari
2.    Sukaryo
3.    Rohaizat
4.    Mukhryadi

PKB
1.    Mhd. Jeffry Simanjuntak
2.    Aman
3.    Fauzan

PPP
1.     Idawati Nursanti
2.    Erizal T
3.    Eki Kurniawan

PKPI
1.     Jurado Siburian




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *