Pelatihan dari Dana IMTA Harus Sesuai Kebutuhan Lowongan Kerja

Batam Centre, BatamEkbiz.Com – Kualitas tenaga kerja lokal (TKL) dianggap belum mampu menandingi Tenaga Kerja Asing (TKA) pada bidang tertentu. Sehingga banyak perusahaan yang ada di Batam menggunakan TKA untuk mengisi posisi yang tidak dikuasai oleh TKL.

Pemerintah memiliki peran penting untuk meningkatkan skill TKL. Melalui dana kompensasi yang dibayar TKA dalam pengurusan perpanjangan IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing).

Pemerintah Kota (Pemko) Batam pada tahun 2016 menganggarkan  Rp17 miliar dari Dana IMTA untuk pelatihan. Sedangkan tahun 2017, Pemko Batam menargetkan dana perpanjangan IMTA Rp23 miliar pada APBD 2017.  Sekitar 70 persen di antaranya akan digunakan untuk sertifikasi dan kompetensi pekerja lokal.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Aman menjelaskan, dana IMTA diprioritaskan untuk pelatihan atau seminar yang berhubungan dengan peningkatan kualitas skill dan knowledge Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja pribumi, baik tenaga kerja sektor industri, galangan kapal, maupun pariwisata.

“Itu bentuk komitmen pemerintah dalam mendistribusikan dana IMTA,” kata Polisi PKB itu, Selasa, 10 Januari 2017.

Sambung Aman, pelatihan atau sertifikasi TKL akan dilaksanakan oleh beberapa dinas atau OPD (organisasi Perangkat Daerah) Kota Batam. “Maka setiap dinas yang berkaitan dengan tenaga kerja harus membuat program pembinaan dan peningkatan kualitas SDM pekerja lokal,” papar Aman.

Pendiri LSM Pemuda Timur (PETIR), Karman berharap penggunaan dana IMTA sesuai harapan masyarakat Batam dengan memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan lapangan kerja.

“Pelatihan harus sesuai kebutuhan pasar, bukan hanya sekadar mengadakan pelatihan yang hanya menghabiskan anggaran,” cetus Karman, Rabu 11 Januari 2016, di Batuaji.

Selain itu, Karman berharap legislatif Kota Batam harus melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran dana IMTA yang tersebar dari beberapa OPD Kota Batam agar tepat sasaran.

“Masalahnya, pelatihan dan sertifikasi yang dilakukan Disnaker atau beberapa dinas masih kurang transparan,” ujar pendiri PETIR yang biasa dipangil Aven itu.

(Abu Ubaid)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *