Pelra Protes Larangan Berlayar Speedboat atau Kapal

Sekupang, — Pembina Pelra Kota Batam Asmadi menyayangkan kebijakan Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) Batam terkait pelarangan berlayar speedboat atau kapal. Dalam kebijakannya, Kakanpel melarang nakhoda tanpa sertifikat surat kecakapan kapal (SKK) 20 hingga 30 mil dan sertifikat ANT V untuk mengemudikan kapal.

Kakanpel juga melarang speedboat tanpa alat keselamatan life raft untuk berlayar. Menurut Asmadi, kebijakan ini hanya dikeluarkan secara lisan oleh Kakanpel Batam Bambang Gunawan melalui Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang Deni Irawan.

“Arahan Kakanpel ini mendadak, tidak ada sosialisasi. Sementara yang bisa masuk ke pulau- pulau kecil ini hanya speedboat, karena kapal feri tidak bisa merapat,” ujarnya.

Kebijakan tersebut berdampak terhadap terlantarnya ratusan penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi speedboat. Padahal mereka sudah berada di ruang keberangkatan pelabuhan sejak pagi, karena speedboat dijadwalkan berangkat pukul 08.00. Penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket pun kebingungan.

Kondisi tersebut membuat puluhan Pengurus Pelra Kota Batam terpaksa mendatangi Kantor Pelabuhan yang jaraknya sekitar 200 meter dari Pelabuhan Domestik Sekupang. Sekitar pukul 10.30 pagi, lalu dilakukan rapat antara pengurus Pelra dengan Kanpel.

Terpisah, Pengamat Maritim Batam, Samsir mengatakan, penerapan aturan yang dikeluarkan Kakanpel Batam terkait pelarangan kapal berlayar haurs ada dasar hukumnya. Sebab speedboat merupakan angkutan konvensional yang melayari jarak antar pulau dengan waktu sekitar satu jam, beda dengan feri.

“Life raft adalah salah satu alat keselamatan kapal, tapi tidak menjadi kewajiban,” ujarnya.

Menurut Samsir, sebelum mengeluarkan kebijakan, seharusnya Kakanpel memikirkan dampak sosialnya. Apalagi musim arus balik seperti sekarang ini, mengganggu aktivitas penumpang.

“Harusnya sejak jauh-jauh hari diperiksa alat keselamatan kapal tersebut,” katanya.

amrullah/suradi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *